Indonesia Dinilai Darurat Intoleransi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Indonesia Dinilai Darurat Intoleransi

Minggu, 17 November 2019 | 19:53 WIB
Oleh : Erwin C Sihombing / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam momentum hari toleransi sedunia yang diperingati setiap 17 November, Indonesia harus mampu meredam tindakan intoleransi yang kerap dialami kelompok minoritas.

Baca Juga: Radikalisme Sama Sekali Tidak Identik dengan Islam

Data Imparsial menyebutkan, dalam kurun 2018-2019 sedikitnya telah terjadi 31 kasus intoleransi di Indonesia. Tindakan intoleransi paling banyak terjadi adalah pelarangan kegiatan ibadah yang selama setahun terakhir sedikitnya sudah terjadi 12 kali. Bila dibiarkan bukan tidak mungkin tindakan tersebut terus meningkat.

"Ada 12 kasus pelarangan atau pembubaran atas ritual, acara, ceramah dan sebagainya terhadap pelaksanaan agama. Tindakan ini yang terbanyak," kata Koordinator Program Imparsial, Ardimanto Adiputra, di Jakarta, Minggu (17/11/2019).

Selain pelarangan kegiatan keagamaan, Imparsial turut mencatat dalam setahun terakhir sedikitnya telah terjadi 11 kali kasus pelarangan mendirikan rumah ibadah.

Tiga kali perusakan tempat ibadah mencakup gedung hingga properti dan dua kasus pelarangan perayaan budaya etnis minoritas, seperti Cap Go Meh. Bahkan terdapat pula temuan kasus larangan atribut pakaian aliran keagamaan hingga pengusiran terhadap warga yang beda agama.

Baca Juga: LSI Sebut Intoleransi Politik Meningkat

Lebih memprihatinkan lagi, lanjut Ardi, pelaku tindakan intoleran adalah warga sipil serta aparat pemerintah. Hal ini menandakan pemerintah turut serta menumbuhkan tindakan intoleransi. "Seharusnya pemerintah melindungi malah turut menyumpang tindakan intoleran," ungkapnya.

Pihaknya menuntut pemerintah menunjukan kepedulian dengan meredam tindakan-tindakan intoleransi melakui langkah konkret yakni, mengevaluasi dan mencabut kebijakan-kebijakan di tingkat nasional maupun lokal yang membatasi hak kebebasan beragama dan berkeyakinan.

Imparsial juga mendorong agar pemerintah berani menegakan hukum dengan menindak tegas pelaku-pelaku intoleransi.

"Maraknya praktik intoleransi keagamaan tidak bisa dilepaskan dari sikap negara yang sering kali absen dari kewajibannya, bahkan negara menjadi pelaku itu sendiri," ujar peneliti Imparsial, Amelia.

Baca Juga: Intoleransi Hambat Visi Indonesia Maju

Beberapa kebijakan yang dianggap membuka ruang terjadinya tindakan intoleransi antara lain Undang-Undang Nomor 1 PNPS Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan/Penodaan Agama.

Kemudian surat keputusan bersama (SKB) Tiga Menteri Tahun 2008 tentang Ahmadiyah, PBM 2 Menteri Tahun 2006 tentang Rumah Ibadah dan surat ketetapan (SK) Gubernur/Bupati termasuk perda yang bias mayoritas.

"Tidak jarang kebijakan yang dibuat pemerintah bias mayoritas. Mengakomodasi kehendak kelompok keagamaan karena mayoritas dan mengabaikan prinsip dan standar normatif hak asasi manusia sehingga mendiskriminasi dan mengekslusi hak-hak anggota kelompok minoritas," kata Amelia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Hendrik Yance: Indonesia Perlu Kuatkan Nilai Kearifan Lokal

Indonesia perlu menguatkan nilai kearifan lokal guna membangun persaudaraaan dan kerukunan.

POLITIK | 17 November 2019

Kuatnya Karakter PKS Dinilai Ditakuti Penguasa

Sampai-sampai Presiden pemegang kekuasaan tertinggi di negara cemas.

POLITIK | 17 November 2019

Hasil Rakornas PKS: Tegaskan Jadi Oposisi dan 60% Kemenangan Pilkada 2020

Rakornas 2019 menghasilkan enam keputusan strategis.

POLITIK | 17 November 2019

Meski Diundang Istana, PKS Tetap Oposisi

Belum ada ajakan dari Istana untuk bertemu.

POLITIK | 17 November 2019

Kosgoro 1957 Rayakan Syukuran HUT ke-62

Kosgoro 1957 rayakan syukuran HUT ke-62 dengan sederhana.

POLITIK | 16 November 2019

Airlangga Akan Prioritaskan Ketua DPD Golkar di Pilkada

Airlangga meminta seluruh jajaran pengurus Golkar di tingkat provinsi ataupun kabupaten/kota membantu dan mendo­rong kader masing-masing untuk memenangi pilkada

POLITIK | 16 November 2019

Syafi'i Maarif: Tidak Ada Larangan Ahok Jadi Pejabat BUMN

Menurut Mantan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Ahmad Syafi'i Maarif, Ahok pas menduduki posisi pimpinan BUMN.

POLITIK | 16 November 2019

Gercin Apreasiasi Program Kebangsaan Kemko Polhukam

Gercin Indonesia mendukung setiap kegiatan-kegiatan seperti yang dilakukan oleh Kemko Polhukam dalam rangka memersatukan bangsa.

POLITIK | 16 November 2019

Pelayanan Adminduk Secara Digital Terus Dioptimalkan

Filosofinya, ADM merupakan tempat layanan masyarakat mencetak dokumen.

POLITIK | 16 November 2019

Komisi II Sepakat Evaluasi Pilkada Langsung

Berbagai kelompok fraksi di DPR sepakat mengkaji wacana evaluasi pilkada langsung, namun bukan berarti otomatis dipilih DPR/DPRD.

POLITIK | 15 November 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS