Next Policy: Netizen Masih Tunggu Terobosan Nadiem Makarim
Logo BeritaSatu

Next Policy: Netizen Masih Tunggu Terobosan Nadiem Makarim

Kamis, 21 November 2019 | 22:13 WIB
Oleh : Yustinus Paat / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga kajian kebijakan publik Next Policy mengatakan, publik, termasuk warganet (netizen) masih menunggu kinerja dan terobosan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim di dalam dunia pendidikan. Pasalnya, atensi warganet cukup besar terhadap Nadiem sejak pertama kali diumumkan sebagai menteri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Atensi netizen ini tergambar dari hasil penelitian Next Policy dengan teknik analisis sentimen yang didahului dengan pengumpulan data melalui antarmuka pemrograman aplikasi (API) Twitter. Penelitian ini menggunakan teknologi pembelajaran mesin yang dikembangkan oleh Analisis Media Sosial Nusantara Berbasis AI (AMENA).

Melalui mesin tersebut, analisis sentimen menghasilkan visualisasi data berupa peta sentimen positif, negatif, dan netral. Proses pengumpulan data dengan kata kunci masing-masing menteri kabinet Jokowi-Ma'ruf dari Twitter dilakukan pada 15 sampai 27 Oktober 2019.

Manajer Program Next Policy, Grady Nagara mengatakan, Nadiem Makarim cukup menjadi perhatian dari netizen dibandingkan menteri yang lain. Berbeda dengan menteri yang lain, kata Grady, nama Nadiem Makarim justru mendapatkan atensi publik yang paling tinggi dalam klaster atau sentimen netral.

"Ini artinya netizen wait and see. Mereka menunggu, kira-kira apa terobosan dan kinerja Nadiem dalam dunia pendidikan di tengah harapan atau atensi publik yang tinggi terhadap dirinya," ujar Gradi dalam acara diskusi bertajuk "Kabinet Jokowi-Ma'ruf di Mata Publik: Membaca Arah Sentimen Publik terhadap Pemerintahan Baru dan Outlook Ekonomi-Politik 2020" di Bakoel Koffee, Cikini, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Selain Grady, hadir juga Direktur Eksekutif Next Policy Fithra Faisal Hastiadi dan peneliti senior Next Policy M Rahmat Yananda. Dari hasil kajian Next Policy, kata Grady, cuitan yang bersifat netral terhadap Nadiem Makarim sebanyak 17.148, sementara yang bersifat negatif sebanyak 9.410 dan yang bersifat positif 3.294.

"Meskipun cuitan negatif lebih tinggi dari yang positif, namun yang bersifat netral masih jauh lebih tinggi. Hal ini berarti publik masih menunggu terobosan Nadiem," kata Grady.

Dalam analisis Next Policy, kata Grady, terdapat dua penjelasan dari fakta mengenai Nadiem tersebut. Pertama, pengangkatan Nadiem yang merupakan tokoh muda dan berlatar belakang pengusaha sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan adalah hal yang tidak lazim. "Hal ini yang membuat nama Nadiem Makarim menjadi topik perbincangan di media sosial," ujar dia.

Kedua, lanjut Grady, dengan fakta nama Nadiem Makarim yang mendapat sentimen cenderung netral dan tingginya atensi publik, itu menunjukkan bahwa masyarakat sangat menanti kinerja, terobosan, dan inovasi dari sosok Nadiem dalam memimpin sektor pendidikan di Indonesia.

"Nadiem Makarim adalah platform brand yang menawarkan kebaruan atau novelty dalam house of brand kabinet Jokowi- Ma’ruf. Kehadiran Menteri Nadiem menandai peralihan brand dari sektor privat atau GoJek menjadi brand di sektor publik atau Menteri pendidikan dan kebudayaan," tutur dia.

Grady juga mengatakan, walaupun Jokowi menarik banyak pengusaha atau profesional ke kabinet, Nadiem Makarim memiliki diferensiasi yang memunculkan posisi yang unik dan unggul. Menurut dia, Nadiem Makarim menemukan momentumnya, yakni menguatnya generasi milenial, transisi ke Revolusi Industri 4.0 (revolusi digital), dan munculnya produk dan model bisnis baru melalui kehadiran perusahaan rintisan.

"Nadiem Makarim akan menjadi salah satu platform brands penting dengan produk brand di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang seharusnya berpotensi menjadi salah satu pembentuk identitas house of brand Jokowi-Ma’ruf," terang dia.

Dari jumlah menteri kabinet Jokowi-Ma'ruf yang namanya dicuitkan, jumlah sentimen positif sebanyak 33.290, sentimen negatif sebanyak 44.835, dan sentimen netral sebanyak 64.724. Berikut jumlah cuitan berdasarkan nama menteri sebagai kata kunci (periode 15 Oktober sampai 27 Oktober 2019):

1. Edhy Prabowo
- Positif: 11.032
- Negatif: 25.896
- Netral: 776

2. Prabowo Subianto
- Positif: 5.033
- Negatif: 406
- Netral: 5362

3. Tito Karnavian
- Positif: 3.631
- Negatif: 306
- Netral: 1.657

4. Nadiem Makarim
- Positif: 3.294
- Negatif: 9.410
- Netral: 17.148

5. Abdul Halim Iskandar
- Positif: 2.567
- Negatif: 181
- Netral: 1.291

6. Wishnutama
- Positif: 1.995
- Negatif: 1.748
- Netral: 7.417

7. Erick Thohir
- Positif: 1.328
- Negatif: 1.051
- Netral: 6.992

8. Mahfud MD
- Positif: 1.277
- Negatif: 1.975
- Netral: 5.764

9. Terawan Agus Putranto
- Positif: 901
- Negatif: 630
- Netral: 3.036

10. Gusti Ayu Bintang
- Positif: 671
- Negatif: 42
- Netral: 71

11. Fachrul Razi
- Positif: 531
- Negatif: 1.996
- Netral: 10.461

11. Sri Mulyani
- Positif: 479
- Negatif: 953
- Netral: 3.294

12. Syahrul Yasin
- Positif: 330
- Negatif: 43
- Netral: 769

13. Arifin Tasrif
- Positif: 111
- Negatif: 24
- Netral: 261

14. Budi Karya
- Positif: 110
- Negatif: 174
- Netral: 425



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Penunjukan Staf Khusus Presiden dari Kalangan Milenial Hak Prerogatif Presiden

Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin Presiden Jokowi menunjuk langsung tujuh nama dari kalangan milenial sebagai staf khusus presiden.

POLITIK | 21 November 2019

PDIP: Tak Ada Kata Kalah Bagi Para Caleg Gagal

Bagi PDIP, setiap caleg itu memiliki potensi yang bisa dikembangkan.

POLITIK | 21 November 2019

Wapres Beri Penghargaan kepada PDIP Sebagai Partai Paling Informatif

Parpol secara keseluruhan jauh lebih terbuka dibandingkan lembaga negara lainnya.

POLITIK | 21 November 2019

Janji-janji Pilkada Penyebab Perda Bermasalah

Calon kepala daerah kadang menjanjikan sesuatu demi keuntungan elektoral, tanpa melihat dampak negatif janji tersebut.

POLITIK | 21 November 2019

Pendiri Amartha Jadi Kandidat Stafsus Presiden

Andi Taufan Garuda menjadi salah satu Kandidat staf khusus Presiden Jokowi.

POLITIK | 21 November 2019

Presiden Jokowi Akan Umumkan 12 Staf Khusus

Presiden Joko Widodo berencana mengumumkan 12 orang nama staf khusus (stafsus) Presiden pada hari ini, Kamis (21/11/2019).

POLITIK | 21 November 2019

RUU KUHP Diusulkan Masuk Prolegnas 2020

Komisi III DPR RI mengusulkan RUU KUHP dan RUU Pemasyarakatan masuk dalam Program Legislasi Nasional 2020.

POLITIK | 21 November 2019

BUMN Harus Jadi Garda Terdepan Lawan Radikalisme

Institusi BUMN merupakan lembaga utama meredam dan mencegah radikalisme

POLITIK | 21 November 2019

Pilkada Langsung Bangun Peradaban Demokrasi

Anggota DPD, Abdul Rachman Thaha menilai Pilkada langsung sangat baik. Pilkada langsung, mampu membangun sebuah peradaban demokrasi.

POLITIK | 21 November 2019

Soal Nyapres, Puan: Saya Fokus ke DPR

Puan Maharani menyatakan tengah memfokuskan pada kinerja dia sebagai Ketua DPR.

POLITIK | 21 November 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS