Deny Indrayana: Masyarakat Masih Ingin Pilkada Langsung

Deny Indrayana: Masyarakat Masih Ingin Pilkada Langsung
Mantan Wakil Menkumham, Denny Indrayana (kanan). ( Foto: Antara )
Robert Wardy / YS Kamis, 21 November 2019 | 22:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Deny Indrayana melihat masyarakat masih menginginkan pelaksanaan pilkada dilakukan secara langsung.

Dia tidak melihat ada keinginan dari masyarakat untuk menghilangkan pilkada langsung, apalagi dengan kembali lewat DPRD.

“Saya baca keinginan masyarakat saat ini tetap yang langsung sebab ada partisipasi masyarakat,” kata Deny seusai menemui Menko Polhukam Mahfud MD di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2019).

Ia mengakui memang ada ekses negatif dari pelaksanaan pilkada langsung. Yang paling parah adalah adanya praktik politik uang dan sering terjadi konflik dalam masyarakat. Terhadap ekses-ekses negatif tersebut, dia minta tinggal diperbaiki aturannya.

“Bacaan saya setidaknya ada harapan besar untuk pilkada langsung. Tetapi dengan perbaikan-perbaikan utamanya dari sisi tidak terlalu mahal. Kemungkinan praktik politik yang koruptif itu harus disikapi dengan perbaikan serius dan mendasar,” ujar Deny yang juga pakar hukum tata negara ini.

Saat ditanya wacana melaksanakan pilkada asimetris, dia tegaskan dari sisi hukum tata negara, baik langsung atau tidak langsung, asimetris atau model lain adalah pilihan-pilihan politik hukum. Yang penting adalah apapun pilihannya, harus tetap pegang pada penegakan hukum yang jujur dan adil (Jurdil), tanpa politik uang, dan tidak ada praktik koruptif.

“Itu yang penting. Apapun sistem pemilunya,” tegasnya.



Sumber: Suara Pembaruan