PKS Apresisi Diplomasi Indonesia Desak DK PBB soal Permukiman Israel

PKS Apresisi Diplomasi Indonesia Desak DK PBB soal Permukiman Israel
Ketua Fraksi PKS Periode 2019-2024 Jazuli Juwaini. ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / JAS Jumat, 22 November 2019 | 07:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengapresiasi diplomasi RI sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB yang berhasil mendesak DK PBB untuk menegaskan permukiman Israel di Palestina berstatus ilegal.

"Apresiasi untuk diplomat kita di PBB di bawah Duta Besar Dian Triansyah Djani yang akhirnya berhasil mendesak DK PBB berbicara dengan mandat penuh guna menegaskan status ilegal permukiman Israel di Palestina. Ini langkah politik yang penting untuk menjaga muruah hukum internasional tetap dihormati bangsa-bangsa," kata Jazuli kepada Beritasatu.com, Kamis (21/11/2019).

Desakan Indonesia ini sebagai buntut dari pernyataan Amerika Serikat terbaru yang menganggap tidak ada pelanggaran hukum internasional permukiman Israel di Palestina. Fraksi PKS sendiri lanjut Jazuli memberi reaksi keras sikap Amerika Serikat itu sebagai sikap yang menyedihkan dan preseden buruk bagi perdamaian dunia.

"Jelas-jelas kebijakan permukiman Israel merupakan bentuk pendudukan atau aneksasi atas wilayah Palestina dan melanggar hukum internsional serta resolusi PBB. Indonesia tegas menolak karena inilah bentuk penjajahan di era modern yang masih tersisa," tegas Anggota Komisi I DPR ini.

Fraksi PKS mendukung penuh langkah-langkah diplomasi RI untuk menggalang solidaritas internasional untuk menghentikan agresi Israel termasuk melalui aksi boikot divestasi dan sanksi. Indonesia meminta investigasi penuh tindakan Israel dan menghukum Israel sebagai konsekuensi dari pelanggaran hukum internasional yang berulang kali dilakukannya.

"Politik luar negeri Indonesia jelas dan tegas berada di pihak Palestina. Kita mendukung penuh upaya kemerdekaan Palestina, mendesak dunia melindungi rakyat sipil Palestina dan menghentikan kebiadaban Israel," pungkas Jazuli.

Diberitakan melalui pernyataan tertulis Wakil Tetap Indonesia Untuk PBB di New York Dian Triansyah Djani (21/11/2019) menyebutkan bahwa pada Pertemuan DK PBB Palestina di New York yang digelar sejak Rabu (20/11), Indonesia akhirnya berhasil mendesak DK PBB untuk menegaskan status ilegal pemukiman Israel di Palestina.

Hal ini merupakan kali pertama setelah sekian lama Presiden DK PBB gagal diberikan mandat untuk berbicara atas nama DK PBB terkait isu Palestina.



Sumber: BeritaSatu.com