Stafsus Milenial Jokowi dan Spesialisasinya

Stafsus Milenial Jokowi dan Spesialisasinya
Presiden Joko Widodo (keempat kiri) bersama staf khusus yang baru dari kalangan milenial (kiri ke kanan) CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra, Perumus Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, Pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara, Peraih beasiswa kuliah di Oxford Billy Gracia Yosaphat Mambrasar, CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung, Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia dan Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia/PMII Aminuddin Ma'ruf ketika diperkenalkan di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis 21 November 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Carlos KY Paath / FMB Jumat, 22 November 2019 | 09:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk tujuh staf khusus (stafsus) dari kalangan milenial. Para stafsus memiliki fokus masing-masing dalam rangka menjalankan tugas membantu presiden.

Gracia Billy Mambrasar mengaku ingin membangun Indonesia dari ujung timur yaitu Papua. “Saya berkomitmen ke Pak Presiden, 'Pak, mari kita bangun Indonesia dari Papua',” kata pemuda asal Papua itu di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Menurut Billy, selama ini yang terjadi justru membangun Papua dari Indonesia. “Sekarang membangun Indonesia dari Papua, itu narasi yang akan kita usung,” demikian kandidat master Oxford University tersebut.

Billy mengaku akan membagi pengalamannya memberikan masukan kepada presiden dan pemerintah untuk menjangkau daerah-daerah terluar secara digital. Selama sembilan tahun ini, Billy memang fokus melatih anak-anak muda di daerah-daerah terluar menjadi entrepreneur.

Kenalkan Stafsus Ala Milenial, PDIP: Jokowi Bangun Tradisi Baru

Sementara itu Adamas Belva Syah Devara berterima kasih kepada presiden, karena membuat anak-anak muda masuk ke ring satu istana. “Banyak sektor strategis yang akan kita garap, kalau dari saya sendiri pendidikan, kepemudaan kewirausahaan,” kata Adamas.

Seperti diberitakan, tujuh stafsus milenial yang diperkenalkan Jokowi yakni Putri Indahsari Tanjung, Adamas Belva Syah Devara, Ayu Kartika Dewi, Angkie Yudistia, Gracia Billy Yosaphat Membrasar, Aminuddin Ma'ruf, dan Andri Taufan Garuda Putra.

“Mungkin Putri di sisi kreatif, Angkie disabilitas, Billy daerah tertinggal, Mas Amin (Aminuddin) santri, Ayu mungkin diversity dan peace tolerance. Taufan mungkin di fintech. Kami sektornya berbeda,” ujar Adamas.

Sementara itu, Ayu Kartika Dewi menekankan pentingnya berpikir kritis. Menurut Ayu, apabila semua orang Indonesia berpikir kritis, maka Indonesia akan bisa maju. “Kalau orang-orang bisa berpikir kritis, Indonesia bisa lebih maju,” ujar Ayu.

Ayu pun menyebut, “Saya peduli banget dengan perdamaian. Bisa berkolaborasi. Harusnya Indonesia bisa lebih damai. Kita ngomongin toleransi tidak jauh-jauh dari kemampuan orang berpikir kritis.”

Pengangkatan Stafsus Presiden, Bukti Jokowi Akomodir Kalangan Milenial

Penunjukan Putri Tanjung sebagai stafsus kerap dikaitkan dengan nama besar ayahnya yakni pengusaha Chairul Tanjung. Meski begitu, Putri menegaskan, sejak umur 15 tahun sudah berkarya sendiri dan mencoba mandiri.

“Alhamdulillah, terima kasih Pak Jokowi sudah mempercayai saya untuk jadi staf khusus di umur yang 23 tahun ini Pak. Jadi memang saya dari umur 15 tahun sudah berkarya sendiri, mencoba untuk independen,” tegas Putri.

Menurut Putri, nama ayahnya memang selalu dikaitkan. “Sebenarnya awalnya memang dari pressure, karena orang pasti nyambung-nyambungin saya sama Bapak saya. Akhirnya saya mau mencoba, saya bisa apa sih sebenarnya,” ucap Putri.

Putri sejak umur 15 tahun telah mendirikan Creativepreneur. Sebuah event organizer yang khusus menyebarkan virus entrepreneurship seluruh Indonesia. “Dikemasnya anak muda, karena sekarang anak-anak muda itu pasarnya ada kemasannya,” jelas Putri.

Putri juga merupakan Chief Business Officer dari Kreavi yaitu platform kreatif yang terdiri 55.000 creative creators. Melalui Keravi, Putri banyak membantu UMKM mengembangkan bisnis. “Saya selalu percaya potensi ekonomi kreatif di Indonesia sangat luar biasa, apalagi di era digital,” demikian Putri. 



Sumber: BeritaSatu.com