7 Staf Khusus Milenial Jokowi

Aminuddin Ma'ruf dan Lompatan Besar dari Pesantren

Aminuddin Ma'ruf dan Lompatan Besar dari Pesantren
Mantan Ketua PMII Aminuddin Ma'ruf, diperkenalkan Presiden Joko Widodo sebagai staf khusus di beranda belakang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 21 November 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Carlos KY Paath / Willy Masaharu / AB Jumat, 22 November 2019 | 13:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Aminuddin Ma'ruf merupakan mantan ketua umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) yang kini menjadi staf khusus (stafsus) Presiden Jokowi. PMII yang merupakan salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) dan memiliki basis di kampus, sedikit berbeda badan otonom lainnya di NU, seperti Ansor dan Fatayat NU.

Aminuddin pernah menjabat ketua umum (ketum) PMII periode 2014-2016. Pria kelahiran Karawang, Jawa Barat, pada 27 Juli 1986, saat ini berusia 33 tahun.

Aminuddin terpilih menjadi ketum PB PMII periode 2014-2016 lewat Kongres Jambi yang berlangsung pada 30 Mei-10 Juni 2014. Sebelumnya, dia menjabat ketua Biro Pemberdayaan Ekonomi. Dia merupakan almunus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan melanjutkan pendidikan S-2 di Universitas Trisakti, Jakarta.

Setelah tak menjabat ketum PB PMII, Aminuddin Ma'ruf menjadi sekretaris jenderal Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi), relawan pendukung Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres 2019.

Rupanya, Presiden Jokowi berupaya melakukan lompatan-lompatan dalam pembangunan masyarakat dengan memilih anak-anak muda yang energik dengan beragam prestasi tersebut menjadi staf khususnya.

Sekarang Aminuddin Ma'ruf telah resmi ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai staf khusus. Aminuddin ditugasi Jokowi untuk berkeliling ke pondok pesantren untuk menebarkan gagasan dan inovasi baru.

"Aminuddin Ma'ruf, umur 33 tahun, pernah jadi ketum PB PMII, saya minta keliling ke santri, pesantren, untuk menebar gagasan inovasi baru. Saya yakin santri bisa lahirkan talenta-talenta yang hebat memajukan bangsa ini," ujar Jokowi saat memperkenalkan staf khususnya di Istana Merdeka di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2019).

Presiden Jokowi terbukti mengakomodasi kalangan milenial dalam pemerintahannya bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Hal itu terkait pengangkatan staf khssus presiden yang rata-rata berusia 23-36 tahun.

“Pengangkatan staf khsus presiden tentu perlu diapresiasi. Pak Jokowi betul-betul mengakomodasi representasi milenial di pemerintahan,” kata mantan juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Rayla Prajnariswari Belaudina Kusrorong kepada Beritasatu.com, Jumat (22/11/2019).

Menurut Rayla, figur-figur yang dipilih memiliki kemampuan yang cukup mumpuni. Misalnya mantan ketua umum PB PMII, Aminuddin Maruf. Rayla menilai Aminuddin memahami cara berkomunikasi dengan kalangan aktivis.

Begitu juga pakar di bidang hukum sekaligus kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dini Shanti Purwono. Dini yang merupakan lulusan Harvard juga dianggap menguasai kajian hukum. Rayla menyatakan, advokasi kepentingan millenial ke depan tentu bakal semakin mudah.

“Ada juga Angkie Yudistia dan nama lainnya. Figur-figur seperti mereka memang layak dan harus berada dalam jajaran stafsus presiden,” ungkap pengamat politik dari Univeritas Bung Karno (UBK) Jakarta tersebut.

Dengan menunjuk Aminuddin Ma'ruf sebagai salah satu staf khusus, Jokowi sangat berharap pesantren dan santri menjadi bagian dari lompatan perubahan yang luar biasa di era revolusi industri 4.0.

"Jokowi tak ingin, pesantren dan santri hanya menjadi penonton, apalagi sampai jadi korban dari era revolusi industri 4.0 yang sangat kompetitif," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan