Gerindra Tak Ikut Nasdem Perpanjang Periode Kepresidenan

Gerindra Tak Ikut Nasdem Perpanjang Periode Kepresidenan
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. ( Foto: beritasatu tv )
Markus Junianto Sihaloho / JAS Jumat, 22 November 2019 | 15:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com  - Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyatakan pihaknya tak sepakat bila ada perubahan UUD 1945 menyangkut periodisasi kepresidenan atau masa jabatan presiden. Pihaknya melihat aturan saat ini yaitu seseorang bisa menjabat presiden maksimal dua kali lima tahun sudah tepat.

"Kalau kita lihat kan masa jabatan presiden 2 kali itu cukup," kata Dasco menjawab wartawan, Jumat (22/11/2019).

Menurut dia, berbagai opsi yang muncul seperti diperpanjang tiga periode menjadi maksimal 15 tahun atau 2 periode tetapi 8 tahun per periode, hanyalah wacana saja. Dia meyakini bila hal itu dibahas, akan sangat panjang dan jalannya berliku.

"Dan kalau Gerindra tentunya tidak akan berperan serta aktif membahas itu," imbuhnya.

Baca juga: Gerindra: Masa Jabatan Presiden 5 Tahun Sudah Ideal

Dipastikan Dasco, Gerindra mendukung amandemen terbatas UUD 1945 mengenai pembuatan Haluan Negara atau Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) bila mengikuti model Orde Baru.

"Kalau amandemen terbatas itu kita dukung. Tapi kalau kemudian (amandemen, red) juga soal masa jabatan presiden, secara pribadi saya pikir itu tidak perlu dibahas," tandasnya.

Sebelumnya diketahui bahwa usulan mengubah ketentuan masa jabatan Presiden dalam amandemen Undang-Undang Dasar atau UUD 1945 kembali muncul. Hal itu diusulkan salah satu partai politik di parlemen yakni Partai Nasdem.

Baca juga: PSI: Jabatan Kepresidenan Bisa Tujuh Tahun, tetapi Hanya Satu Periode

Awalnya, rencana amandemen UUD 1945 hanya sebatas menghidupkan kembali Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Namun Sekjen Partai Nasdem Johnny Gerard Plate mengusulkan masa jabatan presiden menjadi salah satu isu yang dibahas dalam amandemen tersebut.

Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono juga diberitakan pernah menyampaikan usulan yang sama.



Sumber: BeritaSatu.com