Puan Minta Kader PDIP Bersabar Bersama Rakyat

Puan Minta Kader PDIP Bersabar Bersama Rakyat
Puan Maharani. ( Foto: Antara )
Markus Junianto Sihaloho / YUD Jumat, 22 November 2019 | 20:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani meminta kepada kadernya agar tabah dan sabar menjalani proses kehidupan politik. Bagi Puan, kesabaran itu pasti berbuah manis, apalagi dijalani bersama dengan rakyat.

Hal ini disampaikan Puan saat memberikan sambutan dalam Sekolah Partai Pimpinan Dewan tingkat provinsi dan kabupaten atau kota se-Indonesia Gelombang I di Wisma Kinasih, Depok, Jumat (22/11/2019). Di hadapan 120 pimpinan DPRD tingkat provinsi, kabupaten dan kota, Puan meminta mereka untuk bersabar bersama rakyat.

"Acara ini bukan merupakan hanya acara seremonial berkumpulmya lembaga pimpinan legislatif. Namun juga bagaimana kita ke depan untuk meraih cita-cita dan tugas-tugas yang sama secara kepartaian untuk bisa mengawal bersama rakyat," kata Puan.

Ketua DPR RI ini mengingatkan posisi PDI Perjuangan hingga saat ini telah menjalani proses yang panjang dan pahit. Menurut Puan, baru Pemilu 2019 pembagian kursi untuk pimpinan DPR dan MPR melewati proses yang benar-benar demokrasi. Pada pemilu sebelumya, proses pemilihan pimpinan DPR dan MPR penuh dengan intrik.

Puan menceritakan pada Pemilu 1999, PDI Perjuangan merupakan partai pemenang dan telah mendudukkan Megawati Soekarnoputri sebagai wakil presiden dan dilanjutkan sebagai presiden. Begitupun pada pemilu 2014, PDIP juga kembali jadi pemenang pemilu. Namun kursi Ketua DPR belum pernah diduduki oleh PDIP.

Puan lantas berdiskusi dengan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengenai hal itu. Puan mendapat informasi sebenarnya PDIP nyaris mendapatkan kursi pimpinan DPR pada 2014. Hanya saja, ada pihak lain yang menjegal PDIP secara tidak etis.

"Jadi bayangkan dari 1999, baru punya ketua DPR itu sekarang di 2019. Jadi memang untuk bisa sampai di sini itu, kita harus sabar dan berjuang terus-menerus," kata dia.

"Bayangkan baru kali ini PDIP menjadi ketua DPR, jadi sejarah panjang. Ada yang diambil haknya, ada yang dibohongi, tadi ibu ketum (Megawati) mengatakan bahwa dia itu sudah penuh dengan penderitaan, penghianatan, dan lain-lain," tambah cucu Proklamator RI Bung Karno ini dengan nada tinggi.

Puan sendiri melihat perjuangan Megawati yang juga ibunya sendiri merasa pilu. Selama 45 tahun sebagai saksi hidup, Puan melihat sang ibu jatuh dan bangun dalam mempertahankan prinsip-prinsip yang dianggapnya benar. "Jadi memang sampai sini enggak gampang," kata Puan.

Puan juga mengingatkan bahwa kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, sebagai lokasi yang bersejarah. Betapa tidak, rumah itu pernah ditinggali mobil dinas nomor polisi R1 sampai RI 6.

Pada 1999, Megawati Soekarnoputri menjabat wakil presiden yang menurut peraturan negara mendapatkan mobil dinas menggunakan nopol RI 2. Sedangkan Taufik Kiemas, suami Megawati mendapat mobil dinas bernopol RI 4.

Di 2001 ketika menjabat sebagai Presiden Kelima RI berganti mobil dinas dengan nopol RI 1. Berdasarkan aturan, suami presiden yaitu Taufik mendapat nopol RI 3.

Pada 2009, Taufik Kiemas terpilih secara aklamasi menjadi ketua MPR periode 2009-2014, mobil dinas bernopol RI 5 mutlak digunakan olehnya.

Sementara, Puan yang dipercaya menjadi Ketua DPR RI untuk periode 2019-2024 saat ini mendapatkan mobil dinas bernopol RI 6. "Ini sejarah paling komplet di republik, walaupun perjuangannya itu panjang," tegas Puan.



Sumber: BeritaSatu.com