ABJ Minta Prabowo “Tertibkan” Fadli Zon

ABJ Minta Prabowo “Tertibkan” Fadli Zon
Prabowo Subianto. (Foto: Antara / Aditya Pradana Putra)
Carlos KY Paath / RSAT Minggu, 24 November 2019 | 20:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua I DPP Arus Bawah Jokowi (ABJ) Supriyanto meminta dengan hormat kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang juga Menteri Pertahanan (Menhan) agar “menertibkan” dan menghentikan kenyinyiran Fadli Zon terkait pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) menjadi Komisaris Utama Pertamina.

Pihaknya minta dengan penuh rasa hormat kepada Prabowo agar menghentikan kenyinyiran yang dilakukan Fadli Zon terhadap pemerintah. Kenapa? Karena sama saja pernyataan Fadli  'menampar' wajah Prabowo yang menjadi bagian dari pemerintah.

Dkatakan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sudah dipercaya menjabat Menhan oleh Presiden Joko Widodo. Selain itu, kader Gerindra lainnya Edhy Prabowo pun ditunjuk sebagai menteri kelautan dan perikanan. Artinya, Gerindra merupakan salah satu anggota koalisi partai politik (parpol) pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Maka sudah sepatutnya jajaran Gerindra mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah.

“Mari kita dukung sepenuhnya kerja-kerja pemerintah. Sebagaimana yang Pak Prabowo pernah bilang kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi?',” ujar Supriyanto dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Minggu (24/11/2019).

Supriyanto menyebutkan baru-baru ini, Fadli mempersoalkan kemampuan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) yang telah dipilih menjadi Komut Pertamina. Sekonyong-konyong Fadli menyebut BTP tidak berpengalaman di bidang perminyakan. Selain itu, Fadli mempertanyakan kehebatan BTP, sehingga harus menjabat Komut Pertamina.

Menurut Supriyanto kenyinyiran Wakil Ketum Gerindra Fadli Zon menunjukkan tidak adanya kesantunan dalam berpolitik. “Sekali lagi kami berharap agar Pak Prabowo bisa menertibkan Fadli, sebab pernyataan Fadli justru berpotensi menghambat kerja Kabinet Indonesia Maju,” kata Supriyanto.

Dikatakan pihaknya mendukung penuh keputusan Menteri BUMN Erick Thohir terkait pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) menjadi Komisaris Utama Pertamina.

Mungkin Fadli lupa bahwa BTP itu lulusan jurusan teknik geologi, Fakultas Teknik Universitas Trisakti. BTP juga meraih gelar master manajemen di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya. Selain itu BTP juga pernah menjadi Bupati Belitung Timur, Bangka Belitung, anggota DPR periode 2009-2014.

Dijelaskan Presiden Jokowi saja dengan terang benderang tidak meragukan kapasitas BTP. Begitu juga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pernah mengatakan bahwa BTP dibutuhkan dalam rangka memenuhi target pembangunan kilang-kilang minyak, guna meningkatkan produksi dalam negeri. "BTP adalah sosok pendobrak yang tepat supaya target itu tercapai," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan