Refly: Perubahan Masa Jabatan Presiden Tak Berlaku Bagi Jokowi

Refly: Perubahan Masa Jabatan Presiden Tak Berlaku Bagi Jokowi
Refly Harun ( Foto: Beritasatu TV )
Aichi Halik / AHL Senin, 25 November 2019 | 19:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengatakan, ide perubahan masa jabatan presiden patut diapresiasi. Namun, menurut Refly, perubahan itu tidak berlaku bagi presiden yang menjabat saat ini.

"Kalau ada ide untuk mengubah masa jabatan presiden menjadi 3 periode berturut-turut maka perdebatan itu harus dijauhkan dari incumbent (petahana) saat ini. Apapun perubahan yang terjadi soal masa jabatan presiden maka itu harus tidak berlaku untuk yang menjabat sekarang, yaitu Presiden Joko Widodo (Jokowi)," kata Refly kepada BeritaSatu News Channel di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Menurut Refly, masa jabatan Jokowi saat ini sudah ditentukan oleh konstitusi yakni 5 tahun satu periode dan bisa dipilih kembali satu kali.

"Lazimnya, sebuah masa jabatan itu diperlakukan bukan untuk incumbent tetapi untuk periode berikutnya. Untuk incumbent sudah ditentukan dari awal yaitu 5 tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali," ujar Refly.

Refly mengatakan, masa jabatan presiden 5 tahun tidak efektif bagi sebuah pemerintahan sehingga harus ditambah.

"Problem mendasar kita adalah masa jabatan presiden yang tidak efektif hanya 5 tahun, maka solusinya adalah presiden diberi satu kali masa jabatan saja tetapi lebih panjang waktunya misalnya 7 tahun satu periode," ucap Refly.



Sumber: BeritaSatu TV