Ombudsman Minta Kementerian Ubah Gaya Layani Publik

Ombudsman Minta Kementerian Ubah Gaya Layani Publik
Adrianus Meliala. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / YUD Rabu, 27 November 2019 | 11:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) meminta kementerian dan lembaga mengubah gaya dalam layanan publik. Kementerian diminta lebih luwes melayani dan merespon keluhan masyarakat. Hal ini disampaikan Anggota Ombusdman Adrianus Melialia dalam seminar propartif kepatuhan layanan publik di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu (27/11/2019).

"Jadi untuk bagaimana para instansi penerima layanan publik ketika menerima keluhan dari masyarakat tidak dengan formalistik, tidak dengan kaku tidak dengan gaya pejabat," kata Adrianus.

Adrianus menyatakan, layanan publik di lembaga pemerintahan harus ramah dan informal. Dengan demikian, masyarakat terdorong untuk lebih memaksimalkan layanan publik yang ada.

"Kita tidak ingin, ya bayangkan orang-orang yang didatangi itu misalnya bukan orang yang senang, orang yang menopang dagu semua toh, sudah mau marah saja begitu," ungkapnya.

Melalui pendekatan propartif ini, kata Adrianus, pihaknya mengharapkan masyarakat mau melapor apapun keluhan mereka. Lembaga pemerintahan pun segera merespon keluhan masyarakat.

"Mau datang sehingga ada respon dengan cepat," katanya.

Dalam kegiatan ini Ombudsman mengundang semua instansi yang memiliki delik pengaduan. Melalui seminar ini, setiap instansi diharapkan mampu meniru dan menerapkan layanan publik yang baik.

Acara ini akan dikombinasikan dengan seminar untuk memperkenalkan metode progresif dan partisipatif yakni pendekatan perlakuan yang adil (fair treatment approach) terkait pengaduan masyarakat dalam pelayanan publik.

Ombudsman juga akan memberikan anugrah predikat kepatuhan 2019 pada kementrian yang memiliki layanan publik terbaik.



Sumber: Suara Pembaruan