Generasi Z Dukung BTP Punya Jabatan di Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

Generasi Z Dukung BTP Punya Jabatan di Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok (tengah). ( Foto: ANTARA FOTO )
Carlos KY Paath / AMA Rabu, 27 November 2019 | 12:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesian Popular Survey (IPS) menggelar jajak pendapat untuk mengetahui tren politik dalam kacamata generasi Z. Generasi Z merupakan muda-mudi yang lahir dalam rentang 1997-2012.

Salah satu temuan yang menarik adalah mayoritas Generasi Z memang menginginkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) mendapat jabatan di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

“Ada 54% generasi Z menginginkan Basuki Tjahaja Purnama masuk dalam jajaran pemerintahan Jokowi-Maruf. Selain itu, ada nama Ridwan Kamil dengan persentase 11% dan diikuti pula oleh Sandiaga Uno dengan 8,2%," kata Direktur IPS Silvanus Alvin dalam keterangan tertulis kepada Beritasatu.com di Jakarta Rabu (27/11/2019).

“Jadi generasi Z itu sedang bersenang hati, karena terpilihnya BTP sebagai Komisaris Utama Pertamina,” ujar lulusan master dari Universitas Leicester tersebut.

Alvin menambahkan, nama Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie juga didukung generasi Z sebesar 7,8% untuk mendapatkan posisi di pemerintahan. Menyusul kemudian, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani sebesar 7,4%.

Sementara itu, peneliti IPS Teguh Hidayatul Rachmad menambahkan, mereka juga mengadakan jajak pendapat atas karakter seperti yang diinginkan generasi Z terhadap figur-figur di pemerintahan. Hasilnya, generasi Z menginginkan para pejabat mempunyai sifat jujur sebanyak 36,9%.

Selain itu juga memiliki komitmen anti korupsi sebesar 33,1% dan visioner 14,2%. “Temuan ini penting bahwa generasi Z itu tidak mau pemimpin yang suka berbohong. Nah, kalau sudah suka berbohong pasti ujungnya itu bisa melakukan praktik korupsi,” kata Teguh.

Master Kajian Budaya dan Media dari Universitas Gadjah Mada itu menyebut, “Jujur dan anti-korupsi ini tali temali. Jadi IPS berharap para elite-elite politik yang mendapat jabatan di pemerintahan Jokowi untuk jujur, tidak korupsi, dan membawa perubahan.”

Jajak pendapat dilakukan selama dua minggu, dimulai pada 11-22 November 2019. Metode dari jajak pendapat menggunakan purposive random sampling, yakni metode pengambilan sampel dengan cara memilih sampel yang bisa mewakili populasi.

Setiap wilayah Jabodetabek mempunyai proporsi sampel yang seimbang. Jumlah responden dari jajak pendapat ini berjumlah 537 orang generasi Z yang berada di wilayah Jabodetabek. Semuanya merupakan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta.



Sumber: Suara Pembaruan