Jika Tidak Pecah, Golkar Diprediksi Bisa Jadi Pemenang Pemilu 2024

Jika Tidak Pecah, Golkar Diprediksi Bisa Jadi Pemenang Pemilu 2024
Ilustrasi Golongan Karya. ( Foto: Antara )
Robertus Wardi / RSAT Senin, 2 Desember 2019 | 10:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat Komunikasi Politik Silvanus Alvin menilai pelaksanaan Musyarah Nasional (Munas) Partai Golkar (PG) ke-10 akan menjadi penentuan bagi Golkar. Bila Golkar bisa melewati Munas tanpa menghasilkan partai daur ulang, maka bisa diprediksi Golkar akan jadi salah satu partai yang bisa memenangi Pemilu 2024.

"Partai daur ulang adalah partai yang dibentuk oleh pihak yang tidak suka atas hasil Munas Golkar ataupun keputusan lainnya. Sebelumnya ada Gerindra, Hanura, Nasdem, PKPI, dan Berkarya. Pendiri partai-partai tersebut merupakan 'alumni'' Golkar," kata Alvin di Jakarta, Senin (2/12/2019).

Ia melihat nuansa perpecahan jelang Munas sudah terasa. Agar tidak terjadi hal demikian, tidak hanya Airlangga sebagai petahana melainkan juga semua elemen partai beringin harus bisa menjaga komunikasi dengan semua pihak.

Salah satu hal yang utama dalam komunikasi politik ialah kompromi. Dalam kasus Golkar, perlu ada kompromi antara para pihak berkepentingan di Golkar.

"Airlangga vs Bamsoet perlu duduk dan sama-sama mengkompromikan perseteruan mereka. Jangan sampai malah mengorbankan Golkar," ujar Alvin yang juga pengajar komunikasi politik pada Universitas Bunda Mulia Jakarta ini.

Dia mengharapkan Golkar sebagai partai tertua di Indonesia bisa mencontohkan kedewasaan poliitik bagi publik. Bila tiap Munas atau pergantian ketua umum diwarnai nuansa perpecahan, memberi contoh bahwa demokrasi politik tidak berbeda seperti perang. Padahal pemilihan dalam demokrasi adalah mekanisme sehat dalam menentukan siapa yang layak jadi pemimpin.

Dia menyarankan dalam mekanisme pemilihan seharusnya ada adu visi-misi dan program. Terutama bagaimana Golkar menghadapi disrupsi digital saat ini. Bila hanya fokus pada perebutan kursi ketum saja, maka Golkar sulit untuk maju. Iklim solidaritas di tubuh partai beringin harus dimulai dari sekarang. Semua elemen Golkar patut satu pemikiran bahwa solidaritas akan jadi kunci kesuksesan partai mereka.

"Golkar perlu mencontoh partai-partai lain misalnya PDIP bisa jadi pemenang 2 kali di pemilu. Itu karena internal partainya solid," jelas Alvin.



Sumber: Suara Pembaruan