Ray Rangkuti: Golkar Seakan Tidak Melaksanakan Munas

Ray Rangkuti: Golkar Seakan Tidak Melaksanakan Munas
Ray Rangkuti. (Foto: Antara)
Robertus Wardi / YUD Selasa, 3 Desember 2019 | 07:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Golkar (PG) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) pada tanggal 3-5 Desember. Agenda Munas adalah memilih Ketua Umum (Ketum) untuk periode 2019-2024.

Koordinator Lingkar Masyarakat Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti melihat menjelang satu hari sebelum Munas, situasi Golkar terlihat normal-normal saja. Bahkan saking normalnya tidak ada kesan bahwa partai ini akan menghadapi Munas dalam satu hari ke depan.

"Nampaknya ada semangat cukup kuat di dalam kader Golkar agar menjaga partai ini tidak lagi menghadapi masa-masa sulit paska Munas. Situasi kondusif ini layak dipertahankan," kata Ray di Jakarta, Senin (2/12/2019).

Ia menyebut ada syarat agar Golkar tetap solid yaitu memberi kesempatan yang sama bagi segenap kader untuk terlibat dalam kegiatan Munas dengan porsi masing-masing. Kemudian menegakan tahapan sebagaimana aturan juga bagian dari upaya membuat Munas ini berjalan damai.

"Jangan sampai ada upaya berlebihan dalam menutup partisipasi kader. Apalagi sampai pada upaya menghilangkangkan hak mereka. Selama hal seperti ini dapat dipertahankan, Munas ini akan berjalan aman," ujar Ray.

Dia mengingatkan jangan karena terbuai keinginan aman dan damai maka upaya meniadakan perbedaan politik menonjol. Suasana damai jangan sampai mengorbankan politik yang berbeda. Karena itu, sebaiknya calon Ketum tak hanya satu, tapi bisa dua atau bahkan tiga. Agar perbedaan terlihat dan dengan itu diskusi masa depan didesain.

"Aklamasi bukanlah sesuatu yang bagus untuk partai sebesar Golkar. Aklamasi itu seperti menjelaskan krisis kader di tubuh Golkar. Maka biarkan saja banyak calon yang muncul agar dengan itu setiap aktor dapat melatih dirinya dalam bagaimana cara memimpin. Itu bagian penting dari partai kader yakni memberi kesempatan bagi setiap kader untuk mengaktualisasikan diri baik di dalam partai maupun di luar partai," tutup Ray. 

 



Sumber: Suara Pembaruan