JK Berharap Golkar Menjadi Partai Bersih dan Demokratis

JK Berharap Golkar Menjadi Partai Bersih dan Demokratis
Mantan Wakil Presiden RI yang juga Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Jusuf Kalla saat memberikan keynote speech pada acara diskusi publik Jenggala Center di Jakarta, Selasa (3/12/2019). (Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono)
Yeremia Sukoyo / JAS Selasa, 3 Desember 2019 | 15:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, mengingatkan, agar Partai Golkar terus mengedepankan keterbukaan dan demokratis di internal partainya. Jika tidak, maka suara partai akan bisa menurun.

"Partai jika ingin menjadi penopang demokrasi, maka di internalnya juga harus demokratis. Makin tidak demokratis, makin menurun suara partai," kata Jusuf Kalla saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi Publik "Golkar Memperkuat Partisipasi Politik Masyarakat Indonesia", Selasa (3/12/2019) di Jakarta.

Dirinya mencontohkan, partai yang demokratis adalah partai yang selalu mengeluarkan keputusan penting berdasarkan hasil rapat dan musyawarah partai, bukan sekadar keputusan ketum ataupun sekjen.

"Semua keputusan partai harus dikeluarkan melalui rapat, bukan keputusan ketua ataupun sekjen. Bagaimana Golkar menuju ke depannya lebih baik, yakni keterbukaan, demokrasi, hingga setop menggunakan anggaran negara. Caranya itu, siapa yang terindikasi, keluarin," ucap JK.

Dalam kesempatan itu dirinya pun menceritakan saat menjabat sebagai ketum Golkar, sama sekali tidak mau melibatkan orang-orang yang terindikasi melakukan tindakan apapun yang melanggar hukum.

"Kalau partai tidak bersih, bagaimana menciptakan government yang bersih? Golkar periode 2004-2009 tidak ada satupun kader Golkar yang terkena korupsi," ujar JK.



Sumber: Suara Pembaruan