Soal Wacana Presiden 3 Periode, Nasdem Bantah Cari Muka ke Jokowi

Soal Wacana Presiden 3 Periode, Nasdem Bantah Cari Muka ke Jokowi
Presiden RI Joko Widodo memberikan sambutannya pada acara penutupan Kongres ke II dan ulang tahun ke -8 Partai Nasdem yang digelar di JIExpo, Kemayoran, Jakarta 11 November 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / WBP Selasa, 3 Desember 2019 | 18:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Fraksi Partai Nasdem Saan Mustofa menegaskan bahwa Partai Nasdem tidak sedang mencari muka kepada Presiden Joko Widodo dengan mewacanakan masa jabatan presiden tiga periode.

"Buat apa juga misalnya Nasdem melakukan sesuatu ingin cari muka. Kalau mau cari muka kemarin saja di periode-periode pertama pencalonan Pak Jokowi, tapi kita enggak, bukan di situ konteksnya," ujar Saan Mustofa di sela-sela diskusi Perludem, Warung Upnormal, Raden Saleh, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019)

Saan mengatakan, sejak periode pertama, Partai Nasdem sudah memberikan dukungan kepada Jokowi tanpa syarat. Dukungan tersebut pun kembali diberikan pada periode kedua Jokowi. "Jadi tanpa syarat, tanpa bargain apa pun karena kita melihat sosok Pak Jokowi adalah putra terbaik bangsa maka kita mendukungnya dengan tulus, dan kita tanpa mensyaratkan apa pun," tandas Saan Mustofa.

Demokrat: Wacana Pilpres Lewat MPR Khianati Semangat Reformasi 1998

Partai Nasdem, kata Saan, juga tidak pernah mengusulkan masa jabatan presiden tiga periode. Nasdem hanya mewacanakan dan menggagas wacana tersebut untuk diuji secara publik.

Amendemen Masa Jabatan Presiden Hanya Dorongan Segelintir Elite Politik

Wacana yang dibangun Partai Nasdem adalah amendemen UUD NRI 1945 termasuk di dalamnya wacana perubahan masa jabatan presiden tiga periode dan GBHN. "Salah satu yang menjadi sikap kita adalah melakukan uji publik, publik ini sikapnya seperti apa terhadap amendemen, sikapnya mendukung atau tidak, maka kita, lakukan uji publik, kita ingin menyerap, mendengar dan mendapatkan secara langsung reaksi publik seperti apa," ungkap Saan Mustofa.

Partai Nasdem, kata Saan, tentunya tidak akan berlawanan dengan kehendak dan keinginan mayoritas masyarakat Indonesia. Jika masyarakat tidak menginginkan penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode, maka Nasdem akan menolak wacana tersebut.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa dirinya tidak setuju dengan usul masa jabatan presiden diperpanjang menjadi tiga periode. Jokowi bahkan curiga pihak yang mengusulkan wacana itu justru ingin mencari muka dan menjerumuskannya. "Kalau ada yang usulkan itu, ada tiga (motif) menurut saya, ingin menampar muka saya, ingin cari muka, atau ingin menjerumuskan. Itu saja," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Terkait amendemen UUD 1945, Jokowi telah mengingatkan agar tak melebar dari persoalan haluan negara. Jika melebar ke hal-hal lain, Jokowi lebih memilih tidak perlu amendemen UUD 1945. "Sekarang kenyataannya begitu kan, (muncul usul) presiden dipilih MPR, presiden tiga periode. Jadi lebih baik enggak usah amendemen. Kita konsentrasi saja ke tekanan eksternal yang tidak mudah diselesaikan," pungkas Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com