Jokowi Tekankan Pentingnya Pegang Teguh Pancasila

Jokowi Tekankan Pentingnya Pegang Teguh Pancasila
Ilustrasi Pancasila ( Foto: istimewa / istimewa )
Carlos KY Paath / WBP Selasa, 3 Desember 2019 | 21:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya kepemimpinan di setiap kementerian, lembaga, hingga negara untuk memegang teguh ideologi Pancasila. Sebab, Indonesia merupakan negara besar.

"Tidak mungkin negara sebesar Indonesia ini bisa kokoh bersatu seperti ini kalau ideologinya berbeda-beda, mau ke mana kita?," kata Presiden dalam acara Presidential Lecture tentang Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Kepala Negara mengajak agar semua pihak menampakkan rasa ideologi Pancasila dalam produk-produk kebijakan, regulasi, hingga perundang-undangan. Sebagai contoh, Presiden menyebutkan program Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan (PKH), hingga BBM satu harga. "Saya berikan contoh urusan yang misalnya berkaitan dengan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, PKH, itu ada ideologinya? Tanya ke saya saja, ada. Lihat lebih dalam lagi ada apa di situ? Perikemanusiaan ada di situ," tegas Presiden.

Presiden pun menyebut, "BBM satu harga ada ideloginya di situ? Ada, saya pastikan ada. Keadilan sosial ada di situ. Infrastruktur, jangan dilihat tidak ada ideologinya. Orang hanya melihat urusan ekonominya, tidak. Ini adalah mempersatukan, di situ ada persatuannya.

Hal yang lebih penting saat ini, menurut Presiden, membumikan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila itu sendiri, terutama kepada anak-anak muda. Presiden mengungkapkan, dari seluruh penduduk Indonesia, 48 persennya atau 129 juta merupakan generasi muda.

"Nilai-nilai ini ditransfer ke siapa? Kita melihat struktur demografi kita ke siapa? Anak-anak muda kita, yang mau kita kejar ini. Karena ke depan 129 juta anak-anak muda, itu hampir 48 persen, kalau tidak mengerti masalah ideologi, enggak ngerti masalah Pancasila berbahaya negara ini," ungkap Presiden.

Presiden menjelaskan, supaya Pancasila bisa diterima dengan mudah oleh anak-anak muda, maka jajarannya harus memahami karakteristik kaum muda sejak. Mulai dari medium komunikasi yang digunakan, tokoh yang mereka ikuti, hingga hal yang menjadi kesukaan anak-anak muda. "Hati-hati di sini, ini zaman sudah berubah, hati-hati. Oleh sebab itu, BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) juga harus melihat secara detail ini agar penyebarannya lebih cepat lagi, lebih kuat lagi," ucap Presiden.

Secara lebih rinci, Presiden menuturkan, media komunikasi anak-anak muda sekarang sangat beragam. Mulai dari aplikasi WhatsApp, Telegram, Line, hingga Kakao Talk. Selain itu, ada layanan video seperti YouTube, Netflix, termasuk Iflix, Instagram, Facebook, Twitter, dan Snapchat juga kerap digunakan anak-anak muda.

"Ideologi Pancasila pun sekarang ini memang harus kita sebarkan, kita banjiri narasi-narasi besarnya lewat barang-barang ini kalau kita tidak ingin keduluan oleh ideologi lain yang menggunakan barang-barang yang tadi saya sebut, hati-hati," kata Presiden.

Selain memahami medium yang tepat, Presiden juga menggarisbawahi soal hal yang disukai oleh anak-anak muda. Berdasarkan data survei yang diterima Presiden, menurutnya ada tiga hal yang sangat disukai anak-anak muda, yaitu olahraga, musik, dan film.

"Enggak apa-apa, kita nebeng Didi Kempot enggak apa-apa. Titip sama sad boy dan sad girl, enggak apa-apa, di sahabat ambyar enggak apa-apa. Titipkan satu lirik di 'Pamer Bojo' enggak apa-apa. Ini media-media memang disukai anak-anak muda kita. Musik itu nomor 2 setelah olahraga," tutur Presiden.

Presiden mengimbau jajarannya agar mampu melihat potensi-potensi yang ada untuk membumikan Pancasila kepada generasi muda. Menurutnya, saat ini content creator, Youtubers, selebgram, vlogger, dan selebtwit merupakan pihak-pihak yang memiliki peranan penting dalam penyebaran informasi. "Hati-hati ini paling cepat lewat mereka-mereka ini. Media-media inilah yang akan mempercepat dalam kita membumikan Pancasila," demikian Presiden.

Turut hadir dalam acara ini antara lain Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri, dan jajaran Kabinet Indonesia Maju.



Sumber: Suara Pembaruan