Di Hadapan Presiden, Airlangga Hartarto Puji Bamsoet

Di Hadapan Presiden, Airlangga Hartarto Puji Bamsoet
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) memberikan keterangan saat menyerahkan berkas pendaftaran bakal calon ketua umum (caketum) Partai Golkar, di DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin 2 Desember 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
/ WBP Selasa, 3 Desember 2019 | 22:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto tercatat berulang kali memuji Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam pidato pembukaan Munas X Golkar yang dihadiri Presiden Joko Widodo, di Jakarta, Selasa malam (3/12/2019).

Pujian itu tidak lepas dari keputusan Bambang Soesatyo menarik diri dari bursa pencalonan Ketua Umum Golkar yang dinilai membuat suasana munas menjadi tenang. "Yang saya banggakan Mas Bambang Soesatyo. Terima kasih Mas Bambang Soesatyo membuka munas menjadi adem, tenang," kata Airlangga dalam pidato di pembukaan Munas X Golkar di Jakarta.

Airlangga kemudian berbicara banyak mengenai hal lain. Mulai mengapresiasi kehadiran Presiden dalam Munas X Golkar di tengah kesibukan sebagai kepala negara.

Dia lalu bercerita bahwa ini pertama kalinya Golkar menghelat munas di kawasan Mega Kuningan, hingga mengingatkan kepada seluruh kader untuk senantiasa menjadi ujung tombak partai beringin.

Namun di pengujung pidatonya dia kembali memuji Bamsoet.

Airlangga menegaskan Partai Golkar sudah berjanji apapun yang terjadi, Golkar tidak boleh terpecah lagi. Golkar ingin menjadikan munas momentum besar mempersatukan dan membesarkan partai, bukan sebaliknya. "Dalam konteks itu kepada Ketua MPR salah satu kader terbaik, saya mengapresiasi setinggi-tingginya sore ini kami telah bertemu dan beliau menarik diri dari bursa ketua umum," kata Airlangga.

Menurut Airlangga, Bamsoet dengan tegas menyatakan setia dan mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan lain. "Saya apresiasi keputusan tersebut, contoh konkret kedewasaan Golkar. Itu pula yang menjadi cerminan demokrasi. Kita sama-sama akan mengembangkan Partai Golkar," jelas dia.



Sumber: ANTARA