JK dan Luhut Akan Diberikan Posisi Khusus di Golkar

JK dan Luhut Akan Diberikan Posisi Khusus di Golkar
Ketua umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan pidato politiknya dalam pembukaan Munas ke X Partai Golkar di Jakarta, Selasa 3 Desember 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Robertus Wardi / YUD Kamis, 5 Desember 2019 | 09:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) dan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (LBP) akan diberikan jabatan khusus di Partai Golkar (PG). Hal itu karena kedua tokoh itu adalah senior PG dan telah berkontribusi banyak bagi PG.

"Kita sudah punya struktur, dimana kita sudah punya senior yang sudah duduk dalam struktur, Pak Aburizal Bakrie, Pak Agung Laksono, Pak Akbar Tanjung. Kita juga punya dua senior lagi Pak Jusuf Kalla dan Pak Luhut Binsar Panjaitan. Kita akan tawarkan kepada beliau-beliau posisi yang beliau minati," kata Ketua Umum (Ketum) terpilih Airlangga Hartarto usai terpilih kembali sebagai Ketum pada Musyawarah Nasional (Munas) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019) malam.

Ia menjelaskan program kerja menunggu Munas selesai yang dijadwalkan berakhir Kamis (5/12) malam ini. Alasannya, Ketum terpilih menjalankan amanat dan program kerja yang ditetapkan dalam Munas.

"Munas belum selesai, karena biasanya DPP melaksanakan program yang diamanatkan Munas," tegas Airlangga yang juga Menko Perekonomian ini.

Sementara dalam kesepakatan rapat Munas Rabu malam, Airlangga memimpin formatur penyusunan kepengurusan. Airlangga menyusun penggurus paling lama 60 hari.

Dia hanya mengungkap struktur akan bertambah dari jumlah kepenggurusan yang ada sekarang. Posisi Wakil Ketua Umum kemungkinan akan ada tapi bergantung hasil rapat komisi pada hari Kamis (5/12/2019) ini.

Saat ditanya kepengurusan harus mengakomodasi 30 persen pendukung Bambang Soesatyo (Bamsoet), Airlangga tidak menjawab detail. Dia hanya menyebut menunggu Munas selesai.



Sumber: Suara Pembaruan