Wapres Senang Munas Golkar Berjalan Lancar

Wapres Senang Munas Golkar Berjalan Lancar
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin (tengah) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri) dan Ketua Panitia Munas Melchias Markus Mekeng usai menutup Musyawarah Nasional (Munas) partai berlogo pohon beringin itu di Jakarta, Kamis malam, 5 Desember 2019. ( Foto: Antara )
Robertus Wardy / CAH Kamis, 5 Desember 2019 | 21:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang digelar di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan resmi ditutup pada Kamis (5/12/2019) malam ini. Penutupan dihadir Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin, Menko Polhukam Mahfud MD dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Tampak pula sejumlah menteri yang juga kader Golkar seperti Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga. Wapres disambut Ketua Umum PG yang juga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan juga Ketua MPR yang juga kader Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet). Tampak pula senior Golkar seperti Akbar Tanjung, Agung Laksono, Aburizal Bakrie.

Dalam sambutannya, Maruf Amin merasa senang Munas Golkar berjalan lancar dan aman. Munas yang aman turut menjaga stabilitas politik nasional.

"Patut disyukuri karena Munas Partai Golkar dapat berjalan dengan lancar, sejuk, aman, dan demokratis. Situasi dan kondisi ini sangat mendukung semangat persatuan untuk membangun Indonesia melalui Partai Golkar," kata Maruf.

Ia mengemukakan semula ada yang mengira Munas akan panas dan ricuh. Namun ternyata dugaan itu keliru karena Munas berjalan lancar dan sejuk.

"Kata orang NU, katanya sebelum Munas, geegeran. Sesudah Munas, ger geran. Gegeran itu ribut tapi setelah Munas ketawa-ketawa, saling rangkul, saling pelukan dan mendukung satu sama lain," ujar Maruf.

Dia menegaskan Golkar adalah salah satu partai besar yang merupakan aset penting bangsa Indonesia. Gerak langkah dan kebijakan partai akan memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Konsolidasi dan musyawarah menjadi bagian dari tradisi demokrasi yang selalu dikedepankan oleh Golkar. Hubungan dan kerja sama antar pengurus dan anggota sangat luwes dan saling mengisi. Semua berorientasi pada arah dan tujuan yang sama. Kemampuan ini membuktikan tentang kematangan Partai Golkar," tutur Maruf. 



Sumber: Suara Pembaruan