Airlangga Ungkap Program Prioritas Golkar

Airlangga Ungkap Program Prioritas Golkar
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kanan) berjabat tangan dengan Ketua MPR Bambang Soesatyo (kedua kanan) yang disaksikan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (ketiga kanan) dan Tokoh Senior Partai Golkar Akbar Tanjung, pada pembukaan Rapimnas Partai Golkar di Jakarta, Kamis (14/11/2019). ( Foto: ANTARA / Muhammad Adimaja )
Robertus Wardi / JAS Jumat, 6 Desember 2019 | 19:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com  - Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar (PG) yang baru terpilih Airlangga Hartarto mengungkapkan sejumlah program prioritas yang akan dilakukan lima tahun ke depan.

Pertama, sukses penggalangan pemilih, mulai dari pemilih pemula sampai pemilih fungsional. "Agar elektabilitas Partai Golkar meningkat," kata Airlangga di Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Program kedua adalah persiapan menghadapi Pilkada 2020. Golkar targetkan menang 50-60 persen pilkada serentak tahun depan.

Ketiga, konsolidasi organisasi melalui pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda). Pasca Musyawarah Nasional (Munas), pengurus tingkat I (provinsi) dan tingkat II (kabupaten/kota) akan mengadakan Musda.

Keempat, pelatihan kader melalui program Golkar Academy. Golkar akan mendirikan akademi untuk melatih para kadernya agar siap menjadi pejabat publik.

"Ini akan menjadi bagian daripada pelatihan kader sekaligus sekolah umtuk kebijakan publik," tegas Airlangga yang juga Menko Perekonomian.

Kelima, Golkar akan melembagakan lembaga saksi. Pada pemilu 2019 lalu, Golkar sudah membuat melalui program Saksiku.
"Saksiku sudah gunakan aplikasi digital," tuturnya.

Keenam adalah sukses Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2024. Golkar bertekad sebagai pemenang nomor satu.

Ketujuh, sukses mengawal program omnibus law yang diluncurkan pemerintah.

"Ini agenda politik nasional, yang jangka pendek. Partai Golkar mendukung prioritas undang-undang omnibus law di perpajakan maupun cipta kerja," tutup Airlangga yang terpilih kembali menjadi Ketum Golkar untuk kedua kalinya.



Sumber: Suara Pembaruan