Wacana Pilpres-Pileg Dipisah, PKS Lempar Wacana Alternatif

Wacana Pilpres-Pileg Dipisah, PKS Lempar Wacana Alternatif
Ilustrasi pemilu. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / FMB Sabtu, 7 Desember 2019 | 11:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPP PKS Mardani Ali mengatakan pihaknya terus melakukan kajian dan evaluasi terhadap Pemilu Serentak 2019. Kajian tersebut untuk mengetahui penyebab berbagai masalah dalam Pemilu Serentak 2019 dan menemukan formula sistem pemilu yang cocok untuk Indonesia.

"Berdasarkan kajian kami, cenderung mendorong pemilu dibagi dua, yakni pemilu nasional dan pemilu lokal," ujar Mardani saat dihubungi, Sabtu (7/12/2019).

Pemilu nasional, kata Mardani, pemilu nasional untuk memilih presiden-wakil presiden, DPR dan DPD. Sementara, pemilu lokal untuk memilih kepala daerah dan DPRD, baik tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota.

"Keuntungan pemilu nasional dan lokal agar isu nasional dan lokal mendapat porsi seimbang," tutur dia.

Menurut Mardani, keserentakan pemilu pada tahun 2019 telah menimbulkan sejumlah masalah. Selain persoalan penyelenggara pemilu yang kelelahan, kata dia, juga konstestasi Pemilu Serentak 2019 didominasi oleh Pilpres.

"Perhatian masyarakat terhadap pileg minim dan wacananya dikuasai pilpres karena itu perlu dipisahkan agar keduanya mempunyai kesempatan mendapat perlakuan sama," terang dia.

Mardani mengatakan pihaknya juga mendorong agar ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT) diturunkan menjadi 7 persen. Menurut dia, angka PT tersebut merupakan angka yang realistis untuk menciptakan kompetisi yang ketat dan sehat.

"Angka PT itu juga menghasilkan semakin banyaknya pilihan calon presiden-wakil presiden bagi masyarakat sehingga mereka bisa memilih yang terbaik untuk memimpin nantinya dan semakin banyak calon juga bisa menekan keterbelahan yang tajam dalam masyarakat," pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com