Bertemu Sekjen PDIP, Habib Husen Berharap Semakin Banyak "Habib Banteng"

Bertemu Sekjen PDIP, Habib Husen Berharap Semakin Banyak
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto bertemu keluarga Habib Husen Bin Muhdar Almuhdar di Jember, Jawa Timur, Minggu, 8 Desember 2019. (Foto: Istimewa)
Asni Ovier / AO Minggu, 8 Desember 2019 | 19:24 WIB

Jember, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto melakukan pertemuan santai dengan keluarga Habib Husen Bin Muhdar Almuhdar di Jember, Jawa Timur, Minggu (8/12/2019) sore.

Suasana akrab dan santai terasa saat pertemuan dan banyak yang dibicarakan oleh Hasto dan Habib Husen beserta keluarga. Hasto membawa rombongan yang cukup banyak, seperti Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Sri Untari, anggota DPR yang juga Ketua Pagar Nusa Nabil Haroen, dan intelektual NU Zuhairi Misrawi.

Habib Husen mengatakan, topik nasionalisme merupakan isu krusial yang harus terus digemakan di tengah masyarakat. Dalam pertemuan, mereka sempat membahas perjuangan Bung Karno dan kisah Sang Proklamator menggali Pancasila sebagai ideologi negara.

"Kita ingin semakin banyak 'habib-habib banteng'. Saya rela disebut 'habib banteng'," ujar Habib Husen. Bahkan, dia memperkenalkan anak sulungnya kepada Sekjen PDIP.

"Bukan untuk menarget untuk menjadi pejabat, tetapi untuk menjadi pejuang partai," ujar Habib Husen.

Kunjungan Hasto ini dilakukan dalam rangka ikut menghadiri peringatan seratus hari meninggalnya Habib Sholeh Almuhdar, yang masih kerabat Habib Husen. Menurut Habib Husen, para habib pun harus ikut berperan menjaga keutuhan NKRI.

"Kita harus merajut persaudaraan supaya NKRI tetap utuh. Kita banyak suku dan bahasa. Indonesia ini indah. Kita harus menjaga Indonesia," ujar Habib Husen.

Sementara, Hasto dalam kesempatan itu mengatakan, semua pihak harus bersyukur dan tetap menjaga Indonesia yang satu. "Kita membangun persaudaran di antara seluruh bangsa dan Pancasila diharapkan menjadi ideologi dunia, dunia yang damai, aman, dan tenteram," kata Hasto.

Sementara mengenai Habib Sholeh, Hasto memberikan kesan selama berinteraksi dengan Habib Sholeh yang juga dekat dengan KH Ma'ruf Amin, saat masa kampanye pilpres lalu. "Beliau sosok yang humanis, yang selama ini bersama dengan PDIP melakukan safari politik dan menjadi jembatan yang sangat baik antara PDIP dengan para habib, khususnya warga nahdliyin," ujar Hasto.



Sumber: Suara Pembaruan