Sekjen PDIP Pastikan Gibran dan Bobby Harus Lalui Proses Partai Jika Ingin Dicalonkan

Sekjen PDIP Pastikan Gibran dan Bobby Harus Lalui Proses Partai Jika Ingin Dicalonkan
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersama Sekjen Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP Sri Rahayu bersama para pimpinan DPRD dari partai itu. Megawati dan Hasto memberi arahan pada Sekolah Pimpinan Dewan Tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota Gelombang II di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat, Jumat (6/12/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Markus Sihaloho )
Markus Junianto Sihaloho / JAS Senin, 9 Desember 2019 | 13:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto memastikan pihaknya tidak akan membeda-bedakan bakal calon kepala daerah yang telah mendaftarkan diri. Bahkan, Hasto menjamin pihaknya memberi kebijakan yang sama terhadap anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, yang berencana mendaftar sebagai calon wali kota (cawalkot) Solo dengan kandidat lainnya.

Hasto menekankan setiap calon kepala daerahyang ingin diusung oleh PDIP harus melewati tahapan yang ketat. Kemudian keterpilihannya pun berdasarkan kehendak rakyat serta diputuskan langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Itulah hebatnya PDI Perjuangan, karena kami Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Dengan demikian ruang demokrasi itu dibuka lebar bagi setiap-setiap kader-kader partai untuk berproses menjadi calon kepala daerah maupun wakil kepala daerah," kata Hasto, Senin (9/12/2019).

Hasto menyadari ada dinamika di Cawalkot Solo mengenai keinginan Gibran untuk maju. Menurut Hasto, pihaknya menghargai itu sebagai bentuk demokrasi yang dijamin oleh konstitusi partai.

"Tapi nanti ketika Ibu Ketua Umum sudah mengambil keputusan, kami menyakini sesuai dengan garis disiplin partai, semua akan mengikuti rekomendasi DPP partai," tambah Hasto.

Baca juga: Sohibul Iman Sebut PKS Solo Bebas Tentukan Nasib Gibran di Pilwakot

Awak media pun menanyakan apakah perlakuan terhadap Gibran berlaku sama kepada menantu Presiden Jokowi, Bobby Afif Nasution yang berencana maju sebagai Wali Kota Medan? Hasto menegaskan, tidak ada perbedaan.

"Semua diperlakukan sama. Kami tidak pernah membedakan seseorang atas dasar kedudukannya. Mereka yang tertarik untuk dicalonkan oleh PDI Perjuangan, diusung oleh PDI Perjuangan, harus mengikuti tahapan-tahapan," kata Hasto.

"Seperti pendaftaran, psikotes, sekolah partai wajib diikuti karena di dalam sekolah para calon kepala daerah. Mereka kami persiapkan tidak hanya dalam aspek ideologi, tapi pemerintahan yang baik dengan pengajar yang sudah berpengalaman dan terbukti mampu membawa kemajuan di daerahnya," tambah alumni UGM ini.

Hasto meyakini proses tersebut bisa membuat calon kepala daerah dari PDIP ketika terpilih bisa langsung mengabdikan diri untuk rakyat. Sebab, proses yang dilalui calon kepala daerah merupakan pelajaran dan pengalaman penting dalam menjalankan roda pemerintahan.

"Dan kami kedepankan strategi gotong royong, strategi yang kami yakini mampu mengatasi politik uang dan bisa membuat pilkada bisa berjalan dengan lebih demokratis, dengan biaya yang jauh lebih terjangkau karena semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh kader-kader PDI Perjuangan," kata Hasto.

Baca juga: PKB Dukung Penuh Gibran Maju Calon Wali Kota Solo

Seperti diketahui, putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka berencana mengikuti Pilwalkot Solo. Meski pintu pendaftaran di DPC PDIP Solo sudah tertutup, Gibran masih punya peluang untuk masuk lewat DPD PDIP Jawa Tengah dan DPP PDIP.

Sedangkan Bobby Afif Nasution, suami dari putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu, bersiap mengikuti Pilkada Medan. Bobby sendiri sudah mendaftarkan diri ke DPD PDIP Sumatera Utara untuk maju dalam pemilihan Wali Kota Medan.



Sumber: BeritaSatu.com