Jelang Pilkada di Jatim, Sekjen PDIP Perkenalkan Gus Nabil ke Kader PDIP di Bojonegoro

Jelang Pilkada di Jatim, Sekjen PDIP Perkenalkan Gus Nabil ke Kader PDIP di Bojonegoro
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto (kanan) bersama Nabil Haroen (Gus Nabil), Ketua Umum Pagar Nusa, salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama (NU). ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Senin, 9 Desember 2019 | 14:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto memperkenalkan Nabil Haroen, Ketua Umum Pagar Nusa, salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama (NU), kepada jajaran kader dan pengurus PDIP di Bojonegoro dan Tuban. Hal itu dilakukan Hasto saat melakukan konsolidasi jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Jawa Timur.

Bila kemarin, Minggu (8/12/2019) Hasto dan rombongan berkeliling di Jember, maka pada hari ini, Senin (9/12/2019), Sekjen PDIP mengajak Nabil Haroen melanjutkan perjalanan ke Bojonegoro dan Tuban. Gus Nabil, demikian Nabil Haroen biasa disapa, diminta untuk memberikan kata sambutan di kantor DPC PDIP Bojonegoro.

Nabil mengaku sebagai orang baru dirinya sedang menyatukan gerak yang sama dengan langgam PDIP. Namun, dirinya meyakini satu hal bahwa kader NU yang berada di PDIP adalah kader berkualitas.

"Kader NU di PDIP bukan kader 'kaleng-kaleng'. Bahkan, saya diingatkan oleh NU, jangan bikin malu. Berjuang dan berbaktilah untuk partai," kata Nabil.

Dalam momen perkenalannya, Gus Nabil mengatakan bahwa Indonesia saat ini menghadapi tiga tantangan. "Tantangan internasional di mana ada gerakan ISIS. Tantangan regional kelompok separatis di Filipina. Sementara, tantangan ketiga, di Indonesia kita saksikan simbol negera diserang. Tantangan ini harus dijawab oleh semua anak bangsa, termasuk PDIP dan NU," paparnya.

Anggota Komisi IX DPR itu menegaskan bahwa dirinya siap ditugaskan partai untuk peran apa pun. Apalagi, sebagai nahdliyin, Gus Nabil merasa kehadirannya dihargai dan membuktikan bahwa PDIP merupakan partai yang nasionalis dan religius.

"Saya berterima kasih kepada Ibu Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDIP yang memberikan kesempatan untuk berbakti dan mengabdi di PDIP. Semoga PDIP menjadi partai yang pertama dan terakhir untuk saya," kata Nabil.



Sumber: Suara Pembaruan