Di Tuban, Hasto Ingatkan Kader PDIP bahwa Pilkada Kerja Kolektif

Di Tuban, Hasto Ingatkan Kader PDIP bahwa Pilkada Kerja Kolektif
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto berfoto bersama kader PDIP di Tuban, Jawa Timur, Senin, 9 Desember 2019. (Foto: Istimewa)
Asni Ovier / AO Senin, 9 Desember 2019 | 18:39 WIB

Tuban, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto terus bergerak melakukan konsolidasi untuk menjelaskan hasil kongres PDIP dan menggerakkan mesin partai menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Hasto dan rombongan berkunjung ke Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur, Senin (9/12/2019) dalam rangka Pilkada Kabupaten Tuban. Kemarin, Hasto pun menggelar sejumlah agenda di Jember.

Bagi Hasto, tiada hari tanpa konsolidasi dan dia meminta para kader PDIP untuk selalu menggelorakan semangat konsolidasi dan menyatu dengan pergerakan rakyat. Sampai di satu momen, Hasto tersadar bahwa dirinya telah melewati perjalanan antarkota yang cukup jauh.

"Salah membaca peta saya. Saya kira, Bojonegoro itu dekat dari Jember," canda Hasto membuka sambutannya saat tiba di Tuban, Jawa Timur, Senin (9/12/2019).

Hasto mengatakan, kekuatan PDIP adalah bersama dan dekat dengan rakyat. Jadi, sudah sepantasnya elite partai mendekatkan diri dengan rakyat dan menyerap aspirasi yang berkembang.

"PDIP bukan partai elite. PDIP besar karena rakyat. Jadi, kata kuncinya harus turun, turun, turun, dan temui rakyat. Kalau elite PDIP tidak turun, tidak pantas disebut kader PDIP," kata Hasto saat memberikan pengarahan kepada kader di Tuban.

Menurut Hasto, bagi PDIP pilkada merupakan momentum untuk memperkuat struktur partai sekaligus menggali potensi daerah, seperti Bojonegoro dan Tuban.

Sementara, terkait para calon kandidat di Pilkada 2020, Hasto mengatakan bahwa PDI Perjuangan membuka pintu bagi putra dan putri terbaik bangsa untuk bergabung dengan PDIP dalam kontestasi pilkada. "PDIP mendengarkan aspirasi rakyat sehingga calon yang diusung perpaduan internal dan eksternal partai. Itu menjadi pola," jelas Hasto.

Hasto menambahkan, kandidat dan kader PDIP diharapkan bersama-sama memperkuat semangat gotong-royong untuk menyukseskan Pilkada Serentak 2020. "Sebab, Pancasila itu kalau disaripatikan maknanya adalah gotong royong. Jadi, di setiap pilkada mana pun, kandidat dan kader harus bergerak karena gotong royong bukan diberi upah atau janji. Tak ada orang yang hebat. Pilkada itu kerja kolektif," jelas Hasto.



Sumber: Suara Pembaruan