Orang Tua Mahasiswa Korban Demo Kendari Curhat ke Komisi III DPR

Orang Tua Mahasiswa Korban Demo Kendari Curhat ke Komisi III DPR
Ilustrasi demonstrasi buruh. ( Foto: Antara )
Markus Junianto Sihaloho / JEM Selasa, 10 Desember 2019 | 14:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Orang tua dua orang mahasiswa yang tewas terkena peluru di Kendari pada September lalu menangis di hadapan Komisi III DPR yang menerima mereka di ruang rapat komisi itu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Mereka didampingi oleh PP Muhammadiyah, dan dua kelompok LSM yakni Amnesty International dan Kontras. Yang memimpin pertemuan itu adalah Wakil Ketua Komisi III Desmond Junaedi Mahesa dari Gerindra.

Mahasiswa yang menjadi korban itu adalah Randy dan Yusuf Qardhawi, saat kejadian merupakan mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari.

Ayah Randy, La Sali, menyatakan pihaknya berharap aparat yang menembak anaknya agar dipecat serta dihukum seberatnya.

"Harapan saya sebagai orang tua, agar dia (pelaku) dipecat dan dihukum seberat beratnya. Jadi saya mohon kepada bapak Kapolri yang orang Kendari, yang tahu persis kejadian September kemarin. Jangan ditutup-tutupi," kata Sali.

Ibu Yusuf Qardhawi, Endang Yulida tak mampu menahan tangisnya ketika bicara soal kasus yang menimpa anaknya. Dia mengaku sudah menemui Kapolda setempat sebanyak dua kali untuk mencari tahu penembakan anaknya. Sebab hingga sekarang, bila penembak Randy sudah terungkap, penembak anaknya belum jelas.

"Kenapa kasus Randy terungkap sementara Yusuf tidak? Apa bedanya kasus Yusuf dan Randy? Mereka berjanji akan memberikan berita yang terkait anak saya," kata Endang.

Baginya, Kepolisian lamban dalam mengungkap kasus anaknya.

"Mengapa kasus Yusuf seperti ini, jawabannya karena kurangnya saksi. Lah bapak kan polisi, jenderal, artinya punya orang-orang hebat. Ditangani oleh Mabes, kok lamban? Katanya bukti yang mereka dapat hanya batu, apa di TKP hanya batu? Pak, batu sebesar apa sih yang bisa memecahkan kepala Yusuf sampai pendarahan. Sampai lima retakan yang tak beraturan?" beber Endang sambil menangis.

Diapun berharap Komisi III DPR bisa mendorong proses pengungkapan kasus tersebut.

"Mungkin lewat bapak saya mau berpesan, yang meninggal ini anak manusia. Teman-temannya dari mahasiswa belum bisa menerima kepergian dia. Sampai hari ini mereka demo," ungkap Endang.

Merespons semua permintaan itu, Desmond lalu menyampaikan rasa prihatin atas semua yang terjadi. Desmonf berjanji akan menindaklanjuti dan mengeluarkan desakan agar Kepolisian segera menuntaskannya.

"Insya Allah akan saya sampaikan kepada Pak Kapolri Pak Idham Aziz, agar ini diatensi dengan baik," kata Desmond.



Sumber: BeritaSatu.com