Tiga Jurus Presiden Perkokoh Sektor Pertanian dan Perikanan

Tiga Jurus Presiden Perkokoh Sektor Pertanian dan Perikanan
Joko Widodo. ( Foto: Antara )
Novy Lumanauw / YUD Selasa, 10 Desember 2019 | 17:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan tiga jurus untuk memperkokoh sektor pertanian dan perikanan, Selasa (10/12/2019).

Presiden Jokowi mengatakan, sektor perikanan dan pertanian menempati posisi sangat strategis yang berperan sebagai penyedia bahan pangan bagi 260 juta jiwa penduduk Indonesia, menampung tenaga kerja dalam jumlah besar, berkontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan rakyat, dan menekan angka kemiskinan.

“Harus ada langkah-langkah terobosan agar kedua sektor ini tumbuh lebih besar lagi dan menjadi motor penggerak ekonomi kita,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Rapat yang dihadiri Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin membahas tentang akselerasi penguatan ekonomi sektor pertanian dan perikanan.

Tiga jurus untuk memperkuat sektor pertanian dan perikanan adalah, pertama mengubah kebiasaan yang menitikberatkan perhatian pada peningkatan produksi pertanian dan perikanan di on-farm menjadi off-farm, khususnya pascaproduksi.

“Petani dan nelayan perlu keluar dari aktivitas on-farm menuju ke off-farm dengan memberikan nilai tambah aktivitas usaha tani dan perikanannya melalui pengolahan produk pertanian dan perikanan maupun pengembangan usaha berbasis pertanian dan perikanan," kata Presiden Jokowi.

Jurus kedua, menurut Presiden Jokowi, untuk masuk ke off-farm para petani dan nelayan memerlukan skema pembiayaan serta pendampingan. Dari sisi pembiayaan, saat ini pemerintah telah menyediakan skema kredit usaha rakyat (KUR) yang plafon anggarannya untuk tahun 2020 sebesar Rp190 triliun dengan bunga 6%.

"Saya sudah perintahkan KUR agar didesain dengan skema-skema khusus per klaster sehingga bisa sesuai dengan kebutuhan grace period produksi klaster pertanian maupun perikanan. Tapi pembiayaan harus diikuti dengan pendampingan-pendampingan, baik dalam pengelolaan keuangan, membuat kemasan yang baik, packaging yang baik, branding yang baik, dan juga marketing yang baik," katanya.

Jurus ketiga, yang disampaikan Presiden Jokowi adalah pemerintah akan mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, hingga nelayan yang selama ini bergerak dalam skala ekonomi kecil untuk bergabung dan berkolaborasi dalam kelompok atau korporasi besar.

Dengan demikian, mereka akan memiliki nilai skala ekonomi yang besar pula.

"Dalam korporasi nanti, petani dan nelayan bisa lebih efektif dalam mendapatkan bahan baku, mengakses modal kerja dan investasi, dan melakukan upaya untuk memasarkan produk mereka agar bisa masuk ke supply chain nasional maupun global," kata Presiden Jokowi.



Sumber: Investor Daily