AHY Ingin Partai Demokrat Bangkit dan Berjaya

AHY Ingin Partai Demokrat Bangkit dan Berjaya
Agus Harimurti Yudhoyono. (Foto: Antara)
Carlos KY Paath / MPA Rabu, 11 Desember 2019 | 17:29 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Demokrat (PD) menunjukkan keseriusan dalam melakukan kaderisasi. Salah satunya melalui Akademi Demokrat.

"Akademi Demokrat merupakan gambaran Partai Demokrat serius dalam menyiapkan kader muda. Kita tidak hanya ingin mereka punya militansi. Mereka dibekali wawasan," kata Wakil Ketua Umum PD, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Hal itu disampaikan AHY dalam acara wisuda Tunas Muda Harapan Bangsa (Taruna) Akademi Demokrat di Jakarta, Rabu (11/12/2019)

"Kita ingin Partai Demokrat bangkit, dan berjaya di masa depan, karena punya kader militan dan berintegritas. Mudah-mudahan mereka akan bisa jadi andalan kita terutama bagi anggota legislatif Partai Demokrat," ujar AHY.

Sebagai penanggung jawab Akademi Demokrat, AHY menuturkan, pendidikan yang dilakukan merupakan ide dan gagasan untuk melanjutkan pengabdian PD. Menurut AHY, Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono kerap menekankan pentingnya kaderisasi dan regenerasi.

Pada tahap awal, terdapat 360 orang yang mengikuti Akademi Demokrat. Pembekalan dilakukan selama sekitar dua minggu pada 2018 lalu. Pendekatan pendidikannya, lanjut AHY, memang banyak yang menyebut semi militer, tetapi tidak.

"Kami hanya ingin Taruna memiliki karakter bermental baja. Kami ingin hadirkan kader militan, kompak, dan punya jiwa korsa. Ada seleksi kesehatan, akademik, psikologi, termasuk wawasan agar Indonesia maju," ungkap AHY.

Tahap berikutnya, tersisa 284 orang. Para Taruna kemudian diterjunkan ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing calon anggota legislatif (caleg) selama proses Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.

AHY menjelaskan, tahap utama telah dilangsungkan pada 5-11 Desember 2019. Para Taruna kembali dibekali berbagai nilai, termasuk ilmu pengetahuan dan wawasan. Mulai dari sistem politik, pertahanan, pemerintahan, komunikasi, diplomasi dan hubungan internasional, termasuk soal hukum dan ekonomi.

Pengajar yang memberikan materi diantaranya, Andi Mallarangeng, Edhie Baskoro Yudhoyono, Syariefudin Hasan, Julian Pasha, Dino Pati Djalal, Amir Syamsudin dan Firmanzah.

"Memang tersisa 45 orang yang ikuti Tahap Utam. Bukan karena yang lain tidak bagus, tapi karena terbatasnya slot. Mereka kami akan coba libatkan di struktur partai dan sayap-sayap lain," ujar AHY.

Menurut AHY, Dewan Sidang Akademik juga menentukan Taruna terbaik. Bobot penilaian akademik 60%, mental kepribadian 35% dan jasmani 5%. "Setelah kami lakukan penghitungan nilai, maka ada sejumlah Taruna yang mendapatkan predikat terbaik," ungkap AHY.

Di bidang akademik, Taruna terbaik diberikan kepada Abdullah Apa. Abdullah diutus oleh Benny K Hariman. Sementara Andi Andis Muhris menjadi yang terbaik di mental dan kepribadian. Andi merupakan tenaga ahli anggota DPR, Irwan Feccho.

Taruna terbaik di jasmani jatuh ke Arief Hidayatullah, pendamping anggota DPR Bambang Purwanto. Taruna terbaik dari semua aspek diberikan kepada Fitry Rochmatia Noer yang ditugaskan oleh Guntur Sasono.

"Mereka (wisudawan) sudah tanda tangan kontrak dalam 10 tahun tidak akan pindah ke mana-mana. Kalau pindah (denda) Rp1 miliar. Kita harap kelak mereka jadi role model. Mudah-mudahan ini bukan pertama dan terakhir," kata AHY.



Sumber: Suara Pembaruan