Soal Rencana Pemindahan Ibu Kota, Begini Kata SBY

Soal Rencana Pemindahan Ibu Kota, Begini Kata SBY
Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / JAS Rabu, 11 Desember 2019 | 22:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bicara mengenai rencana pembangunan ibu kota baru. PD menghargai inisiatif dan pemikiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membangun ibu kota negara yang baru.

"Ketika Demokrat berada di pemerintahan, selaku Presiden, saya juga pernah memikirkan untuk membangun pusat pemerintahan yang baru," kata SBY yang juga Presiden Keenam.

Hal itu disampaikan SBY saat menyampaikan Pidato Refleksi Pergantian Tahun 2019 bertema "Indonesia 2020, Peluang, Tantangan dan Harapan" di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (11/12/2019).

"Konsep kami memang sedikit berbeda. Pusat pemerintahan baru yang kami pikirkan dulu terletak di kawasan Jawa Barat, dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam dari Jakarta, menuju ke arah timur," ungkap SBY.

Menurut SBY, konsep tersebut sama seperti yang dilakukan Malaysia, saat membangun Putra Jaya sebagai pusat pemerintahan baru, di luar Kuala Lumpur. Setelah dipikirkan dan diolah selama dua tahun, rencana ini dibatalkan.

"Pertimbangan kami waktu itu adalah anggaran yang sangat besar belum tersedia, sementara banyak sasaran pembangunan yang lebih mendesak. Di samping itu, ada faktor lingkungan (Amdal) yang tidak mendukung, yang tentu tidak boleh kami abaikan," imbuh SBY.

SBY pun menyebut, "Karenanya, Demokrat sangat mengerti jika Presiden Jokowi juga memiliki pemikiran yang serupa. Beban Jakarta memang sudah terlalu berat, melebihi daya dukung yang dimilikinya."

SBY mengingatkan kepada pemerintah untuk memerhatikan berkaitan dengan sumber daya, termasuk anggaran yang diperlukan untuk membangun ibu kota baru tersebut. PD mempelajari dalam APBN 2020 belum secara gamblang dan signifikan dicantumkan anggaran awal untuk pembangunannya.

PD meyakini pemerintah sangat tahu bahwa membangun sebuah ibu kota hakikatnya yaitu membangun kehidupan. Membangun sistem. Bukan sekadar membangun infrastruktur fisik. Pembangunannya juga memerlukan biaya yang sangat besar dan jangka waktu yang tidak singkat.

"Karenanya, Demokrat mengingatkan agar perencanaan strategis pemerintah benar-benar disiapkan dengan seksama. Konsepnya seperti apa? Timeline-nya (jadwal pembangunannya) seperti apa? Berapa besar biaya yang digunakan? Dari mana anggaran itu diperoleh? Apakah betul ada pemikiran untuk menjual aset-aset negara dan bahkan utang ke luar negeri untuk membiayainya?" tutur SBY.

SBY pun menyebut, "Hal-hal inilah yang ingin kami dengar. Saya yakin rakyat Indonesia juga ingin mendengar dan mengetahuinya. Banyak contoh di dunia, negara yang berhasil dan juga yang gagal dalam membangun ibu kota yang baru. Tentu kita ingin menjadi negara yang berhasil dalam membangun ibu kota baru ini."

SBY berharap pemindahan ibu kota yang merupakan megaproyek dapat sukses." Di tengah perkembangan ekonomi global tidak menggembirakan, dan juga ekonomi Indonesia sendiri yang menghadapi tekanan, perencanaan dan kesiapan pemerintah harus paripurna. Memindahkan dan membangun ibu kota baru adalah sebuah megaproyek. Tidak boleh meleset, harus sukses," tegas SBY.