Dato Tahir, Wiranto, dan Habib Luthfi Disebut-sebut Masuk Wantimpres

Dato Tahir, Wiranto, dan Habib Luthfi Disebut-sebut Masuk Wantimpres
Dato' Sri Tahir hadir sebagai narasumber di acara The Founders, Jakarta, Rabu 27 Maret 2019. Dato' Sri Tahir sebagai Pengusaha nasional yang sukses berbagi pengalamannya sebagai pengusaha dan pemimpin perusahaan Mayapada Group. Ia pun mengungkap akan arti manusia yang bermakna adalah manusia yang memiliki visi akan kesejahteraan bersama dan saling tolong menolong. ( Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah )
Carlos KY Paath / ALD Jumat, 13 Desember 2019 | 11:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Sembilan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) akan dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada Jumat (13/12-2019) siang. Sejumlah nama disebut-sebut dipercaya menjadi anggota Wantimpres. Pengusaha nasional pemilik kelompok usaha Mayapada, Dato Sri Tahir, salah satu nama yang kemungkinan bakal duduk di Wantimpres. Selain dia, mantan menko polhukam Wiranto dan ulama Habib Muhammad Luthfi bin Yahya juga disebut bakal dilantik siang ini. 

Demikian informasi yang dihimpun, sepanjang Jumat pagi. Satu nama yang sudah menyatakan diri bersedia menjadi anggota Wantimpres adalah mantan ketua MPR Sidarto Danusubroto. “Ini suatu kehormatan bagi saya,” kata Sidarto kepada Beritasatu.com, Jumat (13/12/2019).

Sidarto bahkan menyebut sejumlah nama anggota Wantimpres yang bakal dilantik. Di antaranya, pendiri PT Medco Energi Internasional Tbk Arifin Panigoro, mantan ketua DPR Agung Laksono, Presiden Direktur PT Mustika Ratu Putri Kuswisnu Wardani, dan ulama kharismatik Habib Muhammad Luthfi bin Yahya.

Sidarto juga mengaku mendengar nama politisi Nasdem Siswono Yudo Husodo juga bakal masuk dalam jajaran Wantimpres. Dia menjelaskan, Siswono kabarnya menggantkani mantan ketua DPD Oesman Sapta. “Kalau itu (Oesman Sapta) diganti, katanya (penggantinya) tokoh Nasdem Pak Siswono, itu yang saya dengar,” ungkap Sidarto.

Oesman Sapta yang juga ketua umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dikabarkan menolak jabatan di Wantimpres. Alasannya, dia lebih memilih fokus memimpin Hanura. “Pak Presiden sudah tahu sikap saya. Jangan dikira saya tolak tanpa alasan,” kata OSO di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Anggota Wantimpres memang dilarang merangkap jabatan di antaranya sebagai pimpinan partai politik (parpol). “Hati nurani saya besar dengan partai, dan untuk jadi anggota Wantimpres harus tidak menjabat jabatan pimpinan parpol,” ujar Oesman Sapta.



Sumber: Suara Pembaruan