Soekarwo Benarkan Sudah Keluar dari Partai Demokrat

Soekarwo Benarkan Sudah Keluar dari Partai Demokrat
Soekarwo. (Foto: Antara)
Carlos KY Paath / FER Jumat, 13 Desember 2019 | 16:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Gubernur Jawa Timur (Jatim), Soekarwo, telah menanggalkan posisi di Partai Demokrat sejak menjabat Komisaris Utama (Komut) Semen Indonesia. Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), disebutkan menghormati keputusan itu.

Sekjen Demokrat Sebut Soekarwo Mantan Kader Terbaik

"Sudah lama keluar (dari Partai Demokrat, red). Sejak jadi Komisaris Utama Semen Indonesia. Prinsipnya, Pak SBY sampaikan silakan (mundur), karena memang aturan perundangannya, enggak bisa rangkap jabatan di partai," kata Soekarwo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Sebelumnya, Soekarwo merupakan ketua DPD Partai Demokrat Jatim sekaligus anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat. Soekarwo kini dipercaya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) karena memiliki pengalaman panjang di birokrasi.

Menurut Soekarwo, harapan Presiden Jokowi di bidang reformasi birokrasi sudah seharusnya dilakukan. "Jadi apa yang disampaikan Presiden itu kan reformasi dari administrasinya, baru kepada orangnya,” kata Soekarwo.

Wiranto Pimpin Dewan Pertimbangan Presiden

Dengan begitu, menurut Soekarwo, birokrasi di Indonesia tidak lagi berbelit-belit. Soekarwo menyatakan, pemangkasan eselon III yang nanti menjadi administrator sudah tepat. Demikian juga eselon IV.

"Eselon III-nya jadi administrator. Fungsinya jadi administrator. Eselon IV juga mengawasi setelah implementasi. Kalau eselon II kan mengambil keputusan holistik. Saya kira digitalisasi birokrasi juga penting ke depannya,” ungkap Soekarwo.

Soekarwo menuturkan, tugasnya sebagai anggota Wantimpres tentu akan banyak sekali. Masukan yang nanti disampaikan kepada Presiden Jokowi juga meliputi berbagai bidang. Mulai dari masalah nasional, internasional, perdesaan, perkotaan, ekonomi, sosial, dan hal lainnya.

Soekarwo secara serius bakal menyoroti indeks tendensi konsumen yang kurang bagus. Menurut Soekarwo, harus ada kebijakan yang afirmatif. Misalkan terhadap usaha mikro kecil menengah (UMKM). "Dari produksi (UMKM), pembiayaan pasarnya ada pendampingan yang dilakukan oleh pemerintah,” ucap Soekarwo.



Sumber: Suara Pembaruan