Ini Pertimbangan Dipilihnya Wiranto hingga Habib Luthfi Jabat Wantimpres

Ini Pertimbangan Dipilihnya Wiranto hingga Habib Luthfi Jabat Wantimpres
Presiden Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Soekarwo (ketiga kiri) disaksikan Anggota Wantimpres Agung Laksono (kedua kiri) dan Sidharto Danusubroto (ketiga kiri) usai pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 13 Desemmber 2019. (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Carlos KY Paath / CAH Jumat, 13 Desember 2019 | 17:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik jajaran Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/12/2019) pukul 14.50 WIB. Pelantikan sembilan anggota Wantimpres mengacu Keputusan Presiden Nomor 137/P Tahun 2019 tentang Pengangkatan dalam Keanggotaan Wantimpres.

Sembilan orang itu yakni Wiranto, Agung Laksono, Sidarto Danusubroto, Dato Sri Tahir, Putri Kuswisnu Wardani, Muhammad Luthfi bin Yahya, Mardiono, Arifin Panigoro, dan Soekarwo. Wiranto yang juga mantan menteri koordinator (menko) politik, hukum dan keamanan ditunjuk sebagai ketua Wantimpres.

Baca Juga: Jokowi Lantik 9 Anggota Wantimpres

“Tentu saja urusan rekam jejak, pengalaman di bidang masing-masing. Urusan yang berkaitan dengan kapabilitas, integritas, saya kira semuanya. Saya kira beliau-beliau memiliki kapasitas untuk memberikan nasihat dan pertimbangan baik diminta maupun tidak,” ungkap Presiden seusai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Menurut Presiden, para anggota Wantimpres tentu mempunyai pengetahuan yang mumpuni. “Ini kan di bidang masing-masing. Ada yang berkaitan dengan sosial keagamaan, misalnya Habib Luthfi. Ada yang berkaitan dengan ekonomi misalnya Pak Dato Tahir. (Hal) yang berkaitan dengan ekonomi kecil Bu Putri,” tutur Presiden.

 

Terkait alasan Wiranto yang ditunjuk menjadi ketua Wantimpres, Presiden kembali menekankan mengenai pengalaman. “Rekam jejak Pak Wiranto dan pengalamannya kan saya kira panjang di pemerintahan, di TNI. Saya kira itu. Menangani banyak masalah. Ya kan memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden,” ucap Presiden.

Baca Juga: Didaulat Sebagai Ketua Wantimpres, Wiranto: Terima Kasih Presiden

Di sisi lain, Presiden juga bicara terkait Ketua Umum (ketum) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang yang menolak jabatan Wantimpres. Presiden menjelaskan, anggota Wantimpres memang dilarang merangkap jabatan, apalagi berkaitan dengan politik.

“Memang dalam Wantimpres itu tidak boleh merangkap (jabatan), terutama yang berkaitan dengan politik sehingga Pak Oesman Sapta menyampaikan ke menteri sekretaris negara bahwa beliau lebih mencintai partai, sehingga tidak mau, dan mundur dari Wantimpres,” kata Presiden. 

 



Sumber: Suara Pembaruan