Parpol Diminta Ikut Bertanggung Jawab atas Temuan Rekening Kasino

Parpol Diminta Ikut Bertanggung Jawab atas Temuan Rekening Kasino
Kiagus Ahmad Badaruddin. ( Foto: Antara )
Yeremia Sukoyo / FMB Sabtu, 14 Desember 2019 | 10:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat politik dari Universitas Indonesia Cecep Hidayat meminta partai politik (parpol) ikut bertanggung jawab atas adanya temuan rekening kepala daerah di kasino. Selama ini, kepala daerah merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan dari keberadaan parpol yang merekrutnya.

Wah! Ada Kepala Daerah Punya Rekening Kasino di Luar Negeri Hingga Rp 50 Miliar

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan adanya transaksi keuangan mencurigakan yang dilakukan oleh sejumlah kepala daerah. PPATK mengendus sejumlah kepala daerah itu menyimpan uang di rekening kasino yang berada di luar negeri yang jumlahnya mencapai Rp50 miliar.

"Kepala daerah itu merupakan bagian dari partai politik. Karena itu menurut saya partai juga harus ikut bertanggung jawab terkait adanya temuan rekening di kasino yang notabene merupakan tempat perjudian," kata Cecep Hidayat, Sabtu (14/12/2019) di Jakarta.

Atas temuan itu, partai politik juga jangan sampai hanya melakukan upaya cuci tangan dengan hanya memecat keanggotaan yang bersangkutan. Namun, harus segera meminta pertanggungjawaban moral kepada masyarakat yang sudah memilihnya.

Dikatakan Cecep, untuk menghindari saling tuding di antara kepala daerah, ada baiknya jika aparat yang berwenang bisa mengumumkan ke publik terkait siapa yang memiliki rekening sebanyak itu di kasino luar negeri. Jangan sampai pernyataan rekening di kasino menjadi bola liar yang dipolitisasi pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan dengan keadaan tersebut.

Sebelumnya, Kepala PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin menyebutkan, penempatan dana di luar negeri merupakan salah satu modus yang kerap digunakan dalam tindak pidana pencucian uang (TPPU). Namun, Badaruddin tidak menjelaskan lebih rinci mengenai penelusuran yang dilakukan PPATK tersebut, termasuk kepala daerah yang menempatkan uangnya di rekening kasino di luar negeri.



Sumber: Suara Pembaruan