Presiden Hingga Ahli Obat Akan Hadiri Rakernas PDIP

Presiden Hingga Ahli Obat Akan Hadiri Rakernas PDIP
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan keterangan pers terkait pelaksanaan HUT PDI Perjuangan ke -47 di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Rabu 11 Desember 2019. (Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao)
Markus Junianto Sihaloho / YUD Sabtu, 14 Desember 2019 | 11:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyatakan peringatan HUT ke 47 dan sekaligus rapat kerja nasional (Rakernas) I akan melibatkan seluruh stakeholders yang memiliki semangat mewujudkan Indonesia Berdikari. Dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), para menteri, hingga sejumlah ahli akan menghadiri Rakernas PDIP.

"Rakernas I PDI Perjuangan akan menjadi Rakernas terbesar, yang dihadiri dari Presiden, menteri, struktur Partai, legislatif dan eksekutif Partai, hingga para sejarawan, arkeolog, ahli gizi, ahli obat-obatan tradisional dan para budayawan," kata Hasto Kristiyanto, Sabtu (14/12/2019).

Rakernas PDIP tersebut akan membahas salah satunya isu Haluan Negara yang akan menjadi fokus amandemen terbatas UUD 1945 di MPR.

Soal Haluan Negara ini sendiri, Hasto menjelaskan pihaknya ingin semangat berdikari menjadi dasar penyusunannya. Haluan negara adalah jalan kebudayaan, jalan kemakmuran yang berdiri kokoh di atas sumber daya nasional bangsa.

"Dalam hal pangan, rempah, obat-obatan, bumbu-bumbuan, dengan keanekaragaman flora-fauna paling lengkap sedunia, selama dikelola dari hulu ke hilir, dengan menerapkan riset dan inovasi serta melalui sistem produksi yang tepat, maka jalan kemakmuran Indonesia Raya akan tercipta. Semangat inilah yang kami digelorakan," ulas pria asal Yogyakarta itu.

PDI Perjuangan memberi contoh sederhana. Indonesia merupakan produsen terbesar sarang burung walet. Potensi nilai ekspor 2500 ton pertahun bila penyeludupan dihilangkan dengan 300 ribu tenaga kerja, dan nilai produksi lebih dari USD 3 miliar (sekitar Rp41,9 triliun dengan kurs Rp13.990 per USD).

"Ini sumber protein dan sekaligus sangat baik untuk kesehatan. Pasar internasional, khususnya Jepang dan Tiongkok sangat besar," imbuh Hasto.

Demikian pula umbi porang, nilai ekspor sudah mencapai triliunan rupiah. Pemanfaatannya luar biasa untuk obat-obatan, karena kandungan glukomanan yang sangat penting bagi kesehatan tubuh.

Pendeknya, kata Hasto, dengan lebih dari 300 ribu kekayaan hayati, jika Indonesia menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mengedepankan riset dan inovasi sebagai budaya bangsa, maka bisa membuat loncatan kemajuan. "Syaratnya harus percaya diri, berdikari, dan konsisten untuk mengembangkan apa yang Indonesia miliki," tegasnya.

Di rakernas, gelar kebudayaan juga akan ditampilkan guna menunjukkan kepribadian bangsa yang berakar kuat sejak ribuan tahun yang lalu. Indonesia begitu berwarna, dan kaya dengan nilai spiritualitas yang hidup dalam kebudayaan bangsa. Karena itulah PDI Perjuangan juga akan menghadirkan kaum muda itu dengan pesan kebudayaan yang begitu kental.

"Jalan kebudayaan bertumpu pada kepribadian bangsa. Di sinilah Pancasila tidak hanya menjadi meja statis, namun juga leitstar, suatu pemandu yang dinamis agar Indonesia hadir kembali sebagai pemimpin diantara bangsa-bangsa di dunia," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com