Publik Diminta Berikan Kesempatan Wantimpres Bekerja

Publik Diminta Berikan Kesempatan Wantimpres Bekerja
Presiden Joko Widodo melantik secara resmi sembilan Anggota Dewan pertimbangan Presiden (Wantimpres). Pelantikan Wantimpres dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/12) siang. ( Foto: Beritasatu TV )
Carlos KY Paath / FER Sabtu, 14 Desember 2019 | 20:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Seluruh pihak diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) untuk bekerja. Publik juga perlu senantiasa memberikan kritikan dan masukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jabat Ketua Wantimpres, Wiranto Miliki Harta Rp 542,4 Miliar

"Partisipasi publik yang tinggi untuk terus memberikan kritik dan masukan kepada Presiden Jokowi adalah kunci keseimbangan dan keberhasilan bangsa ini,” kata Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Irwan Feccho.

Hal itu disampaikan Irwan dalam keterangan seperti diterima Beritasatu.com, Sabtu (14/12/2019). "Berikan kesempatan pada Wantimpres bekerja menjalankan tugasnya dan yang terbaik,” ujar legislator asal Daerah Pemilihan Kalimantan Timur tersebut.

Menurut Irwan, jajaran Wantimpres yang telah dilantik Jumat (13/12/2019), sudah sangat layak. Meski begitu, Irwan menyatakan, kinerja Wantimpres pastinya ditunggu. Sejauh mana nasehat dan pertimbangan Wantimpres bisa diterima dan diamalkan Presiden.

Dato Sri Tahir Siap Menjalankan Amanat sebagai Wantimpres

"Mengingat kondisi bangsa kita begitu banyak permasalahan yang harus diselesaikan. Dari permasalahan pertumbuhan ekonomi yang tumbuh hanya 5 persen sejak periode pertama Presiden Jokowi berkuasa,” ungkap Irwan.

Anggota Komisi V DPR ini menambahkan, Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelumnya mampu menaikkan dan menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai 6 persen. Persoalan bangsa lain yang harus dijadikan perhatian Wantimpres dalam memberikan nasihat juga masih banyak.

Mulai dari pengangguran, kesehatan, demokrasi, hak asasi manusia sampai dengan ancaman perpecahan anak bangsa karena politik identitas. Irwan menyatakan, Wantimpres mempunyai tanggung jawab yang besar untuk berani memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.

"Walaupun nasihat dan pertimbangan itu terasa pahit. Jangan asal Bapak Presiden senang," pungkas Irwan Feccho.

 



Sumber: Suara Pembaruan