Warganet Diajak Berkontribusi Menyukseskan Program Pemerintah

Warganet Diajak Berkontribusi Menyukseskan Program Pemerintah
Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) saat diskusi dan refleksi akhir tahun 2019 bertema “Warganet: Menuju Indonesia Maju” di Jakarta, Senin, 16 Desember 2019. (Foto: Istimewa)
Asni Ovier / AO Selasa, 17 Desember 2019 | 13:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Semua pegiat pegiat media sosial dan warganet diimbau untuk melakukan introspeksi diri dan melakukan hal-hal positif pada 2020. Pegiat medsos dan warganet perlu berkibtribusi serta mengapresiasi kinerja pemerintah dalam melaksanakan pembangunan nasional yang mulai dapat dirasakan saat ini.

Hal itu dikatakan Koordinator Nasional Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) Hafyz Marshal dalam keterangan yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Selasa (17/12/2019).

“Pemerintah sudah banyak berbuat melalui kebijakan positif, seperti pembangunan infrastruktur yang bersifat jangka panjang. Untuk sumber daya manusia (SDM), sedang ditingkatkan. Ini bertujuan agar kita menjadi bangsa yang maju. Untuk itu diharapkan peran warga bangsa, khususnya warganet, agar ikut menjadi garda terdepan dalam pembangunan nasional dengan terus menebar konten positif yang menumbuhkan optimisme bangsa menuju Indonesia Maju,” kata Hafyz.

Terkait dengan itu, pada Senin (16/12/2019), FPMSI menggelar diskusi dan refleksi akhir tahun 2019 bertema “Warganet: Menuju Indonesia Maju”. Acara digelar di Hotel Menteng I, Cikini, Jakarta.

Pada diskusi itu, pengamat politik Gun Gun Heryanto mengatakan, pada 2020 masyarakat dunia maya dan pemerintah harus lebih bersinergi dalam membangun bangsa. Warganet harus berkontribusi aktif dalam memajukan bangsa, seperti memerangi berita bohong dan mengangkat berbagai keunggulan bangsa agar semangat tahun baru menuju Indonesia yang semakin lebih baik tercapai.

“Jangan ikut menyebarkan kabar bohong. Jangan hanya melihat kekurangan pemerintah. Semua perlu dikritisi, namun gunakan data yang pasti dan jangan menyebar hoax serta terus bekerja sama memajukan bangsa dengan cara kreatif. Bangun demokrasi dengan damai dan cerdas,” katanya.

Sementara itu, Deputi Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Kepresidenan 2015-2019, Eko Sulistyo menjelaskan, pendiri bangsa telah menyepakati bahwa Indonesia berlandaskan kebangsaan yang mengedepankan kerakyatan. Indonesia adalah bangsa yang berdasarkan kedaulatan rakyat.

Namun, ujarnya, selama 2019 ini kebangsaan dan kerakyatan itu justru dibenturkan dengan ajaran keagamaan, sehingga diciptakan situasi yang seolah-olah memisahkan antara kebangsaan dan agama.

“Sepanjang tahun ini ada yang mencoba menghalangi dan melakukan benturan. Ada juga pihak yang menunggangi. Mereka yang menunggangi ini demi kepentingan diri atau kelompoknya. Justru ini membuat situasi semakin terpecah,” ujarnya.

Eko juga menambahkan bahwa ekonomi di Indonesia sudah memenuhi asas keadilan, kesejahteraan, damai, dan merdeka. Saat ini pemerintah juga tengah berupaya meningkatkan itu semua.

We are on the right track. Kita menuju kemajuan. Kenyataannya, banyak data yang menunjukkan kemajuan yang berarti. Untuk semua komponen bangsa, khususnya warganet dan kaum milenial, kita harus terus menjaga persatuan dan membangun optimisme bangsa guna ikut berkontribusi membangun Indonesia Maju,” tuturnya.

Acara diskusi dihadiri kalangan media lokal dan nasional, pegiat media sosial (vlogger, youtuber, blogger, dan content creator), mahasiswa, tokoh masyarakat, dan aktivis dari berbagai organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan. Selain diksusi, pada acara itu para pegiat medsos dan warganet juga membacakan deklarasi refleksi akhir tahun 2019.

“Pertama, siap menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” ujar para pegiat medsos.

Kedua, mereka juga siap mencegah penyebaran berita bohong dan paham radikalisme yang dapat merusak tatanan persatuan bangsa serta menghambat pertumbuhan pembangunan nasional. Mereka berjanji akan memproduksi konten berisi narasi-narasi positif yang dapat membangkitkan optimisme bangsa dan semangat membangun negeri menuju Indonesia maju.

“Ketiga, siap bersinergi dan gotong royong dengan insan kalangan warganet, generasi milenial dan masyarakat lainnya dalam mendukung program pemerintah dengan membangun persatuan dan jiwa nasionalisme serta tetap berpegang pada prinsip ideologi Pancasila, keutuhan NKRI, kebinekaan, dan konstitusional demi menyukseskan kebijakan serta program pemerintah lima tahun ke depan,” kata mereka.



Sumber: Suara Pembaruan