FPI Tidak Akan Perpanjang Izin Ormas

FPI Tidak Akan Perpanjang Izin Ormas
Munarman. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / FMB Selasa, 31 Desember 2019 | 16:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman menegaskan pihaknya tidak akan memperpanjang izin surat keterangan terdaftar (SKT). Meskipun tidak memperpanjang izin tersebut, Munarman mengatakan bukan berarti FPI menjadi ormas ilegal.

"Terhadap ormas yang tidak mendaftar tidak bisa disebut ilegal karena hak berserikat dan berkumpul itu dijamin oleh konstitusi. Nah jadi itu saya kira sudah selesai diskusi tentang itu (perpanjangan izin FPI)," ujar Munarman usai diskusi bertajuk "Leadership Outlook 2020: Potret Kinerja Pemimpin Potensial" yang diselenggarakan KAHMI Institute di Double Tree by Hilton Hotel, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (31/12/2019).

Munarman menjelaskan sesuai dengan UU Nomor 17 Tahun 2013 maupun Perppu Tahun 2017 maupun Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 82 Tahun 2013, ormas tidak wajib mendaftarkan dirinya. Menurut dia, pendaftaran ormas atau perpanjangan izin bersifat sukarela, tidak ada paksaan.

"Pendaftaran itu sifatnya sukarela. Kalau dalam hukum itu istilahnya fakultatif, pilihan boleh mendaftar boleh tidak. Jadi tidak ada paksaan," tandas dia.

Menurut Munarman, jika masih ada pihak yang mempertanyakan izin FPI, berarti yang bersangkutan tidak memahami peraturan perundang-undangan. Dia mengakui bahwa ormas memiliki aturan, namun pendaftaran ormas tersebut bersifat sukarela.

"Saya katakan tidak ada konsekuensi hukum apapun terhadap status sebuah ormas yang terdaftar ataupun yang tidak terdaftar. Perbedaan antara yang terdaftar dengan yang tidak terdaftar, yang terdaftar hanya berhak mendapatkan bantuan dari APBN atau APBD kalau di ormas daerah," terang dia.

FPI, kata Munarman, sepanjang 20 tahun berdirinya tidak pernah menerima fasilitas dari APBN. Bahkan, tutur dia, justru FPI yang menyumbangkan tenaga untuk kegiatan pemerintah dalam beberapa tahun yang lalu.

"(FPI) menyumbangkan tenaga relawan untuk membantu urusan-urusan sosial yang dilakukan pemerintah, relawan-relawan bencana, relawan-relawan tukang untuk membangun, dulu ada program bedah kampung. Itu yang disumbangkan oleh FPI," pungkas Munarman. 



Sumber: BeritaSatu.com