Keberhasilan Kepemimpinan Daerah dari PDIP Diformulasikan sebagai Best Practices

Keberhasilan Kepemimpinan Daerah dari PDIP Diformulasikan sebagai Best Practices
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto bersama jajaran pimpinan partai berkunjung ke kantor redaksi Majalah SWA di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Januari 2020. (Foto: Istimewa)
Asni Ovier / AO Selasa, 7 Januari 2020 | 19:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I sekaligus HUT ke-47 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), jajaran partai tersebut terus menyosialisasikan kepemimpinan Indonesia bagi dunia. Keberhasilan pemimpin daerah dari PDIP dijadikan contoh atau best practices.

“Inilah semangat outward looking yang tampak dalam pemaknaan jalur rempah dan juga penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika di Bandung," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto dalam penayangan video di hadapan pimpinan redaksi Majalah Swa. Dipimpin Hasto, jajaran pimpinan PDIP berkunjung ke kantor redaksi Majalah SWA di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2020). Selain sosialisasi, diskusi dilaksanakan dengan jajaran SWA yang dipimpin Pemimpin Redaksi Kemal Ghani.

Hasto menegaskan bahwa PDIP selain membumikan ajaran Bung Karno juga menerapkan berbagai ilmu manajemen dalam tata kelola partai. “Project management body of knowledge, good to great, balance score card, blue icean strategy, competing for the future, dan marketing, diajarkan dalam Sekolah Sekretaris Partai," kata Hasto.

Bersama politisi PDIP Mindo Sianipar, Erik Sotarduga, Darmadi Durianto, dan Dedy Sitorus, Hasto mengundang Pimpinan Redaksi Swa untuk menghadiri HUT ke-47 dan Rakernas I PDI Perjuangan. “Tema Rakernas banyak membahas strategi industri melalui topangan riset dan inovasi. Semua dengan semangat berdikari. Kami memerlukan dukungan dari para pakar manajemen, termasuk apa yang menjadi kompetensi majalah Swa," ujarnya.

Tujuannya, kata Hasto, agar desain kebijakan hingga implementasinya melalui kaidah manajemen yang tepat. Bahkan, ke depan, PDIP ingin bekerja sama terkait pengalaman keberhasilan para kepala daerah PDI Perjuangan menjadi best practices, ada standarisasi manajemen kepemimpinan, kebijakan, dan juga tools kepemimpinan yang diperlukan melalui pendekatan manajemen terapan tersebut.

"PDI Perjuangan terus membangun harapan, membangun sebuah industri berbasis riset dan inovasi. Fokusnya ada empat, yakni flora, fauna, manusia, dan teknologi. Kalau hulu dan hilir dikembangkan, kita bisa makmur. Daun kelor saja kalau dikembangkan dari hulu sampai hilir, tetu luar biasa," kata Hasto.

Pemred SWA, Kemal Ghani mengatakan pihaknya mengapresiasi upaya DPP PDIP untuk menemukan dan mengembangkan sumber daya asli Indonesia. Dalam pelaksanaannya, Kemal meyakini PDIP memiliki kesempatan lewat jejaring kadernya yang duduk di legislatif maupun eksekutif daerah.

"Syaratnya tentu semua visi dan misi ini benar-benar dihayati dan dijalankan betul oleh jejaring kader ini," kata Kemal.

Dia juga mengatakan, pihaknya mendukung bila PDIP membahas topik yang berfokus kepada pengembangan usaha mikro masyarakat sebagaimana disampaikan oleh Dedsy Sitorus. Sebab, faktanya, sudah begitu banyak upaya mendorong UMKM, namun kesenjangan antara pengusaha UMKM dengan pengusaha besar justru semakin menganga.

"Kami mengusulkan agar selain membentuk UMKM baru, PDIP juga mendampingi dan mengkolaborasi pengusaha besar dalam jejaring supply chain," kata Kemal.

DPP PDIP dan SWA sepakat untuk bersama-sama mendorong agar Indonesia benar-benar melihat dengan perspektif outward looking. Banyak pihak yang kerap menyebut sebagai pendekatan out of the box.

Salah satu wujudnya, kedua belah pihak akan bekerja sama dalam mendorong ukuran keberhasilan kepala daerah. Sebab, selama ini SWA dikenal sebagai media yang berfokus pada knowledge centre, sementara PDIP diketahui memiliki banyak memiliki kepala daerah yang mumpuni dan berhasil sehingga bisa menjadi best practices.

"Kami ingin bersama SWA sebagai knowledge center melakukan teorisasi atas apa yang disebut sebagai kepala daerah yang berhasil. Di situ kita akan bersinergi," ujar Hasto.



Sumber: Suara Pembaruan