Logo BeritaSatu

Presiden Diminta Segera Pilih Pengganti Ketua DKPP

Rabu, 8 Januari 2020 | 21:33 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mendorong Presiden Joko Widodo untuk segera mencari dan memilih pengganti Ketua merangkap Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Hardjono yang sudah dilantik menjadi Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.

Jadi Anggota Dewas, Harjono Mundur dari DKPP

Advertisement

"Hardjono adalah anggota DKPP mewakili tokoh masyarakat yang berasal dari usulan presiden. Oleh sebab itu, agar kerja kelembagaan DKPP tidak terganggu, sosok pengganti Hardjono mesti segera dipilih oleh Presiden," ujar Peneliti Perludem Fadli Ramadhanil kepada Beritasatu.com, Rabu (8/1/2020).

Sebagai entitas yang menjadi bagian di dalam penyelenggaraan pemilu secara umum, kata Fadli, kelengkapan personil DKPP sangat dibutuhkan. Apalagi, tahapan Pilkada 2020 sudah dimulai. Berdasarkan pengalaman pemilu maupun pilkada sebelumnya, tutur Fadli, potensi pelanggaran etik dari penyelenggara pemilu kerap muncul ditengah tahapan pemilu atau pilkada yang sedang dilaksanakan.

"Salah satu aspek yang sering dilanggar adalah aspek profesioalitas dan integritas penyelenggara pemilu. Atas dasar itu, kebutuhan untuk memilih pengganti Hardjono sebagai anggota, yang kebetulan juga sebagai Ketua DKPP sangat diperlukan segera," tandas Fadli.

Dewas Harus Pastikan Pimpinan KPK Tidak Salahgunakan Wewenang

Apalagi, lanjut Fadli, dengan mundurnya Hardjono sebagai anggota sekaligus Ketua DKPP, akan berkonsekuensi kepada pemilihan Ketua DKPP yang baru. Menurut dia, memilih pengganti Hardjono dengan segera juga akan mempercepa proses di internal DKPP untuk memilih ketua baru untuk memastikan tata kelola organisasi DKPP berjalan optimal terutama dalam menangani berbagai persidangan dugaan pelanggaran etik oleh penyelenggara pemilu.

"Proses pemilihan ketua idealnya tentu menunggu anggota baru yang menggantikan Hardjono. Hal ini bertujuan agar musyawarah anggota DKPP di dalam memilih ketua diikuti oleh anggota DKPP yang lengkap dan definitif. Untuk sementara, menjelang presiden memilih penggant Hardjono, lembaga DKPP dapat memilih pelaksana tugas (Plt) ketua, agar kerja-kerja lembaga yang membutuhkan fungsi administratif ketua, tetap dapat berjalan dengan baik," jelas dia.

Sebagai lembaga yang bertugas menjaga dan menegakkan etik penyelenggara pemilu, kata Fadli, sosok pengganti Hardjono mesti memiliki integritas tinggi. Selain integritas, menurut dia, kebutuhan terhadap figur yang sudah teruji kemampuan kepemiluannya, yang memahami bangunan sistem dan kelembagaan pemilu dengan baik, juga menjadi kriteria penting sebagai dasar memilih anggota DKPP oleh Presiden.

"Terakhir, sebagai anggota baru yang akan langsung berhadapan dengan tugas-tugas kelembagaan DKPP, tentu sosok yang menjadi pengganti Hardjono adalah sosok yang mampu secara cepat beradaptasi dalam melaksanakan pekerjaan dan tugas-tugas sebagai anggota DKPP," pungkas Fadli.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kuasa Hukum Putri Candrawathi Ungkap Ada 11 Asumsi Jaksa Penuntut

Febri Diansyah, kuasa hukum Putri Candrawathi mengungkap ada 11 asumsi jaksa penuntut umum dalam menyusun tuntutan dan replik perkara Brigadir J. 

NEWS | 2 Februari 2023

Pembuat APK Undangan Nikah Palsu untuk Kuras Saldo Korban Ditangkap di Sulsel

Tim Cyber Mabes Polri menangkap pria berinisial IA yang membuat APK 99 dalam bentuk aplikasi undangan pernikahan palsu di Sulsel.

NEWS | 2 Februari 2023

Kuasa Hukum Richard Eliezer Tuding Jaksa Sedang Galau

Tim kuasa hukum Bharada Richard Eliezer atau Bharada E menuding jaksa sedang galau saat menuntut Eliezer 12 tahun penjara atas kasus Brigadir J. 

NEWS | 2 Februari 2023

Pelaku Bom di Masjid Pakistan Berseragam Polisi

Pelaku bom di masjid yang menewaskan 101 orang di markas polisi di Pakistan berseragam polisi dan helm ketika melakukan serangan.

NEWS | 2 Februari 2023

Mahasiswa UI Tewas Ditabrak Jadi Tersangka, Legislator: Polisi Harus Komprehensif

Anggota Komisi III DPR Taufik Basari meminta polisi komprehensif menangani kasus kecelakaan Hasya Athallah mahasiswa UI tewas ditabrak malah jadi tersangka.

NEWS | 2 Februari 2023

Sopir Ojol yang Tolong Hasya Mahasiswa UI Tidak Lihat Ada Luka di Tubuh Korban

Agus, seorang sopir ojol mengaku tidak melihat luka pada tubuh Hasya Athallah saat menolong mahasiswa UI itu usai kecelakaan dengan pensiunan polisi.

NEWS | 2 Februari 2023

Hakim Bakal Jatuhkan Vonis ke Eliezer pada 15 Februari

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) bakal menjatuhkan vonis terhadap Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Rabu (15/2/2023).

NEWS | 2 Februari 2023

Terus Dilanda Protes, Iran Ogah Buka Blokir WhatsApp dan Instagram

Presiden Iran Ebrahim Raisi telah bersumpah bahwa WhatsApp dan Instagram akan tetap diblokir, dan menuding platform online untuk memicu protes nasional.

NEWS | 2 Februari 2023

Mobil Pajero yang Tabrak Mahasiswa UI hingga Tewas Berubah Warna

Pajero milik Eko Setia Budi Wahono yang dipakai saat kecelakaan maut menewaskan Hasya Atallah Saputra, mahasiswa UI, berubah warna jadi putih.

NEWS | 2 Februari 2023

2 Pria Tergeletak di Jalan Jambore Depok, 1 Tewas dan 1 Kritis

Diduga mengalami kecelakaan tunggal, dua pria tergeletak di tengah jalan Jambore, Harjamukti l, Cimanggis, Depok pada Kamis (2/2/2023) pagi. 

NEWS | 2 Februari 2023


TAG POPULER

# Harga Bawang


# Koalisi Indonesia Bersatu


# Bunda Corla


# Serial Killer


# Penculikan Anak


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kuasa Hukum Putri Candrawathi Ungkap Ada 11 Asumsi Jaksa Penuntut

Kuasa Hukum Putri Candrawathi Ungkap Ada 11 Asumsi Jaksa Penuntut

NEWS | 2 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE