Mega: Pancasila Harus Diperjuangkan untuk Kesejahteraan Rakyat

Mega: Pancasila Harus Diperjuangkan untuk Kesejahteraan Rakyat
Megawati Soerkanoputri ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 10 Januari 2020 | 15:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pidato politik dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I sekaligus peringatan HUT Ke-47 PDIP, di JIEXpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).

"Sungguh perjalanan politik yang luar biasa yang telah saya tempuh. Saya memilih berpolitik dengan membangun partai politik, bernama PDI Perjuangan. Hari ini, 10 Januari 2020, Partai yang saya bangun mencapai usia 47 tahun. Kegembiraan, kepedihan, kemajuan-kemajuan, harapan-harapan, kekecewaan-kekecewaan, rasa unggul, rasa pahit, rasa getir, rasa manis, rasa cemas, rasa letih, rasa babak bundas, semua sudah kita alami," ujar Megawati mengawali pidatonya.

Menurut Mega, setelah PDIP Perjuangan berturut-turut menang dalam dua kali Pemilu, 2014 dan 2019, pertanyaan yang selalu menghentak dalam dirinya adalah makna sesungguhnya kemenangan politik.

"Jika sudah menang Pemilu, lalu mau apa? Apakah menang Pemilu, berupa kemenangan elektoral, jadi tujuan akhir bagi Partai? Kegelisahan-kegelisahan tersebut merundung saya,” kata Megawati.

Menurut Mega, beberapa hari ini dirinya merenung, dan mencoba menggali kembali lembar-lembar perjalanan kehidupan politik yang telah dilewatinya.

"Perenungan spiritual itu mengantarkan saya pada kotak pandora ingatan, kotak yang berisi cita-cita dan gagasan politik seorang lelaki, yang saya panggil Bapak. Bapak yang telah menempa saya sejak kecil untuk hidup di jalan pengabdian kepada tanah air dan bangsa," kata Megawati.

"Bapak mengatakan, Saya memohon kepada Allah Subhanahu Wata’ala, tetapkanlah kecintaanku kepada tanah air dan bangsa, selalu menyala-nyala di dalam saya punya dada, sampai terbawa masuk ke dalam kubur saat Allah memanggilku pulang," tambah Megawati.

"Itulah doa Bapak, ayah saya, yang biasa dipanggil oleh rakyat Indonesia dengan sebutan Bung Karno. Doa Bapak selalu menuntun saya saat saya merasa gamang atau hampir kehilangan asa dalam pertarungan politik," tandas Megawati.

Menurut Megawati, doa Bung Karno selalu mampu menuntun dirinya kembali ke niat awal, mengapa dirinya sebagai seorang perempuan dan seorang Ibu, memutuskan membangun partai politik.

"Niat itu berupa keyakinan terhadap ideologi Pancasila. Keyakinan yang membentuk pemahaman bahwa ideologi bukan sesuatu yang utopis, bukan suatu gagasan yang tidak membumi. Keyakinan yang menjadi penyulut semangat bahwa Pancasila harus diperjuangkan agar berwujud dalam merdeka penuh, makmur penuh, adil penuh, sejahtera penuh bagi seluruh rakyat Indonesia, bangsa Indonesia yang menyumbang damai penuh bagi dunia," kata Megawati.



Sumber: BeritaSatu.com