KPU Akan Perketat Perekrutan PPK untuk Pilkada Serentak 2020

KPU Akan Perketat Perekrutan PPK untuk Pilkada Serentak 2020
Petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang mendapat pengawalan polisi mendistribusikan kotak suara dan bilik suara Pilkada Jawa Tengah 2018 ke dua tempat pemungutan suara (TPS) di Dusun Sapen dan Dusun Borangan, Desa Candirejo, Pringapus, Kabupaten Semarang, 26 Juni 2018. ( Foto: Antara / Aditya Pradana Putra )
Yustinus Paat / FMB Selasa, 14 Januari 2020 | 15:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan memperketat rekrutmen Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) untuk Pilkada Serentak 2020 di 270 daerah. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadi jajaran KPU terlibat kasus suap atau korupsi.

"Kami misalnya membahas beberapa rancangan PKPU menyiapkan tahapan pembentukan badan ad hoc, karena tanggal 15 (Januari 2020) sudah mulai rekrutmen untuk PPK di 270 daerah yang melaksanakan Pilkada serentak. Kita tidak ingin kecolongan," ujar Komisioner KPU Viryan di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

KPU, kata Viryan, tidak akan merekrut lagi PPK yang bermasalah di Pemilu Serentak 2019. Menurut dia, rekrutmen PPK menjadi momentum bagi KPU untuk semakin meningkatkan kualitas dan integritas penyelenggara dan penyelenggaraan Pilkada.

"Kita juga ingin mengajak publik terlibat aktif memastikan jajaran PPK dan PPS yang nantinya akan bekerja untuk pemilihan serentak 2020 ini orang-orang yang berintegritas," tandas dia.

Lebih lanjut, Viryan mengatakan KPU akan terus melakukan perbaikan-perbaikan di internal secara masif dan sistematis. Mulai dari pengarahan, bimtek, dan memberikan petunjuk teknis dalam bekerja.

"Poinnya kami terus lakukan perbaikan-perbaikan secara terukur, sistematik dan kami hormati pandangan publik kepada KPU. Kita jadikan cambuk untuk kembalikan kepercayaan publik pada pilkada 2020," pungkas Viryan



Sumber: BeritaSatu.com