DPD: Tahapan Pilkada Terlalu Panjang dan Boros Anggaran
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-2)   |   COMPOSITE 5970 (-24)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-1)   |   IDX30 472 (-2)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-9)   |   IDXBUMN20 362 (-2)   |   IDXCYCLIC 737 (-3)   |   IDXENERGY 740 (3)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-6)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (3)   |   IDXHIDIV20 418 (-2)   |   IDXINDUST 960 (-5)   |   IDXINFRA 873 (-4)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (-1)   |   IDXPROPERT 875 (-2)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (-0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-1)   |   IDXTECHNO 3345 (-54)   |   IDXTRANS 1045 (-3)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-5)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-1)   |   ISSI 175 (-0)   |   JII 573 (-2)   |   JII70 204 (-1)   |   KOMPAS100 1132 (-6)   |   LQ45 888 (-4)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-7)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-1)   |   PEFINDO25 291 (0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 341 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

DPD: Tahapan Pilkada Terlalu Panjang dan Boros Anggaran

Selasa, 14 Januari 2020 | 21:01 WIB
Oleh : Hotman Siregar / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komite I Abdul Kholik mengatakan, UU Pilkada yang berlaku saat ini telah melalui beberapa kali revisi. Revisi dilakukan terhadap UU No. 1 Tahun 2015 yang telah mendekonstruksi sistem pemilihan Kepala Daerah, sampai yang terakhir UU No. 10 Tahun 2016, yang masih menyisakan banyak persoalan dalam pelaksanaannya.

Menurutnya, sejumlah permasalahan tersebut antara lain masih maraknya politik uang, persyaratan calon yang belum memberikan keadilan bagi semua pihak, permasalahan calon tunggal.

“Selain itu proses pilkada yang lama terutama masa kampanye, masih adanya regulasi yang tumpang-tindih sehingga tidak harmonis, bahkan penetapan DPT (daftar pemilih tetap) juga masih bermasalah,” kata Abdul Kholik saat berkunjung ke redaksi Beritasatu Media Holding, Jl Gatot Subroto Jakarta Selatan, Selasa (14/1/2020).

Kholik mengatakan, problem out put pilkada sekarang bermasalah. Ia mencontohkan ada masalah teknis yakni tahapan yang sudah dikapitalisasi menjadi sesuatu yang baku.

“Sesungguhnya banyak sekali bagian yang bisa d-cut dari tahapan pilkada ini. Contoh yang paling sederhana kalau kita bisa membenahi tahapan pemilih DPT. Kalau saya cuma 3 kali, jadi data penduduk kalau sudah eKTP langusung DPT. Sekarang kan enggak, DPS, DPS perbaikan DPT DPT perbaikan, padahal bisa tiga, itu bisa dihemat triliunan rupiah kalau diakumulasi,” jelas Abdul Kholik.

Probelum di teknis pun kalau kita bisa diubah sebagian bisa menyentuh di Pilkada 2020. Dia mengakui yang terpenting ada kemauan politik pemerintah dan DPR. “Persetujuannya yang penting. Proses DPD yang harus panjang, yang sepakat dulu kerangka legislatif dan pemerintah,” kata Abdul Kholik.

Adapun yang penting didorong dalam waktu dekat ini, kata Kholik, dari segi teknisnya karena mengubah UU Pilkada merupakan sesuatu yang sangat sulit sekarang ini.

“Itu untuk efisiensi. Pertama sisi politik pendebatannya bisa agak panjang. Dari segi teknis tinggal otak-atik untuk efisiensi anggaran dan waktu kerja penyelengara pemilu,” tambah Abdul Kholik.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pelaksanaan Pilkada Perlu Perhatikan Kearifan Lokal

Komite I DPD sedang melakukan inventarisasi beberapa hal terkait pelaksanaan Pilkada.

POLITIK | 14 Januari 2020

Kenaikan Presidential Threshold Gagal Rampingkan Parpol

Hasrat politisi untuk mendirikan parpol baru dinilai masih tinggi.

POLITIK | 14 Januari 2020

OTT Wahyu, KPU Pastikan Komitmen Berantas Korupsi Tidak Surut

KPU akan melakukan perbaikan internal dan meningkatkan kewaspadaan secara terukur.

POLITIK | 14 Januari 2020

Kasus PAW PDIP, Djarot: Penunjukan Harun Masiku Subyektif

Menurut Djarot, Harun bukanlah caleg yang pertama kali diusulkan PDIP menjadi caleg pengganti antar waktu.

POLITIK | 14 Januari 2020

Revisi UU Pilkada Harus Memperhatikan Kekhususan Daerah

UU Pilkada dinilai masih menyisakan beberapa permasalahan dan perlu ada perbaikan.

POLITIK | 14 Januari 2020

PAN Butuh Pemimpin yang Punya Kemampuan Teknis Mengurus Partai

Kader dan pengurus PAN ingin kehadiran mereka di Kongres nanti tidak dipersulit.

POLITIK | 14 Januari 2020

KPU Akan Perketat Perekrutan PPK untuk Pilkada Serentak 2020

Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadi jajaran KPU terlibat kasus suap atau korupsi.

POLITIK | 14 Januari 2020

PDIP Rekomendasikan PT 5%, Nasdem: Sebaiknya 7%

Partai Nasdem mendukung usulan menaikkan PT dari 4% menjadi 5% yang dicetuskan PDIP. Bahkan Nasdem pernah mengusulkan untuk menaikan PT jadi 7%.

POLITIK | 14 Januari 2020

KPU: Secara Prosedur dan Substansi Permintaan PAW DPR PDIP Tidak Tepat

Komisioner KPU Pramono Ubaid menyatakan secara substansi, permintaan DPP PDIP untuk menggantikan antarwaktu Riezky Aprilia dengan Harun Masiku tidak tepat.

POLITIK | 14 Januari 2020

PKS: Revisi UU Sistem Politik Harus Perkuat Kualitas Demokrasi Indonesia

Mardani mengatakan jebakan dalam revisi sistem politik ini adalah upaya mengubah pemilihan langsung ke sistem perwakilan dan penambahan masa jabatan presiden.

POLITIK | 13 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS