Logo BeritaSatu

DPD: Tahapan Pilkada Terlalu Panjang dan Boros Anggaran

Selasa, 14 Januari 2020 | 21:01 WIB
Oleh : Hotman Siregar / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komite I Abdul Kholik mengatakan, UU Pilkada yang berlaku saat ini telah melalui beberapa kali revisi. Revisi dilakukan terhadap UU No. 1 Tahun 2015 yang telah mendekonstruksi sistem pemilihan Kepala Daerah, sampai yang terakhir UU No. 10 Tahun 2016, yang masih menyisakan banyak persoalan dalam pelaksanaannya.

Menurutnya, sejumlah permasalahan tersebut antara lain masih maraknya politik uang, persyaratan calon yang belum memberikan keadilan bagi semua pihak, permasalahan calon tunggal.

Advertisement

“Selain itu proses pilkada yang lama terutama masa kampanye, masih adanya regulasi yang tumpang-tindih sehingga tidak harmonis, bahkan penetapan DPT (daftar pemilih tetap) juga masih bermasalah,” kata Abdul Kholik saat berkunjung ke redaksi Beritasatu Media Holding, Jl Gatot Subroto Jakarta Selatan, Selasa (14/1/2020).

Kholik mengatakan, problem out put pilkada sekarang bermasalah. Ia mencontohkan ada masalah teknis yakni tahapan yang sudah dikapitalisasi menjadi sesuatu yang baku.

“Sesungguhnya banyak sekali bagian yang bisa d-cut dari tahapan pilkada ini. Contoh yang paling sederhana kalau kita bisa membenahi tahapan pemilih DPT. Kalau saya cuma 3 kali, jadi data penduduk kalau sudah eKTP langusung DPT. Sekarang kan enggak, DPS, DPS perbaikan DPT DPT perbaikan, padahal bisa tiga, itu bisa dihemat triliunan rupiah kalau diakumulasi,” jelas Abdul Kholik.

Probelum di teknis pun kalau kita bisa diubah sebagian bisa menyentuh di Pilkada 2020. Dia mengakui yang terpenting ada kemauan politik pemerintah dan DPR. “Persetujuannya yang penting. Proses DPD yang harus panjang, yang sepakat dulu kerangka legislatif dan pemerintah,” kata Abdul Kholik.

Adapun yang penting didorong dalam waktu dekat ini, kata Kholik, dari segi teknisnya karena mengubah UU Pilkada merupakan sesuatu yang sangat sulit sekarang ini.

“Itu untuk efisiensi. Pertama sisi politik pendebatannya bisa agak panjang. Dari segi teknis tinggal otak-atik untuk efisiensi anggaran dan waktu kerja penyelengara pemilu,” tambah Abdul Kholik.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Hotman Paris Sebut Sidang Teddy Minahasa Prematur

Hotman Paris Hutapea menyebut sidang dugaan peredaran narkoba dengan terdakwa Irjen Teddy Minahasa prematur dan belum saatnya digelar. 

NEWS | 2 Februari 2023

Australia Bakal Ganti Gambar Ratu Elizabeth di Pecahan Uang Kertas 5 Dolar

Australia akan mengganti gambar Ratu Elizabeth II dari pecahan uang kertas 5 dolar A$ 5 dengan desain baru mencerminkan dan menghormati sejarah budaya Pribumi.

NEWS | 2 Februari 2023

Ibu Richard Eliezer Harap Anaknya Divonis Seringan-ringannya

Rynecke Alma Pudihang, ibu Bharada Richard Eliezer atau Bharada E berharap anaknya dapat divonis seringan-ringannya dalam kasus pembunuhan Brigadir J. 

NEWS | 2 Februari 2023

Polda Libatkan Tim TAA dalam Rekonstruksi Ulang Kecelakaan yang Tewaskan Mahasiswa UI

Polda Metro Jaya melibatkan tim TAA Korlantas Polri dalam rekonstruksi ulang kecelakaan yang menewaskan mahasiswa UI M Hasya Atalla Saputra.

NEWS | 2 Februari 2023

Kuasa Hukum Putri Candrawathi Ungkap Ada 11 Asumsi Jaksa Penuntut

Febri Diansyah, kuasa hukum Putri Candrawathi mengungkap ada 11 asumsi jaksa penuntut umum dalam menyusun tuntutan dan replik perkara Brigadir J. 

NEWS | 2 Februari 2023

Pembuat APK Undangan Nikah Palsu untuk Kuras Saldo Korban Ditangkap di Sulsel

Tim Cyber Mabes Polri menangkap pria berinisial IA yang membuat APK 99 dalam bentuk aplikasi undangan pernikahan palsu di Sulsel.

NEWS | 2 Februari 2023

Kuasa Hukum Richard Eliezer Tuding Jaksa Sedang Galau

Tim kuasa hukum Bharada Richard Eliezer atau Bharada E menuding jaksa sedang galau saat menuntut Eliezer 12 tahun penjara atas kasus Brigadir J. 

NEWS | 2 Februari 2023

Pelaku Bom di Masjid Pakistan Berseragam Polisi

Pelaku bom di masjid yang menewaskan 101 orang di markas polisi di Pakistan berseragam polisi dan helm ketika melakukan serangan.

NEWS | 2 Februari 2023

Mahasiswa UI Tewas Ditabrak Jadi Tersangka, Legislator: Polisi Harus Komprehensif

Anggota Komisi III DPR Taufik Basari meminta polisi komprehensif menangani kasus kecelakaan Hasya Athallah mahasiswa UI tewas ditabrak malah jadi tersangka.

NEWS | 2 Februari 2023

Sopir Ojol yang Tolong Hasya Mahasiswa UI Tidak Lihat Ada Luka di Tubuh Korban

Agus, seorang sopir ojol mengaku tidak melihat luka pada tubuh Hasya Athallah saat menolong mahasiswa UI itu usai kecelakaan dengan pensiunan polisi.

NEWS | 2 Februari 2023


TAG POPULER

# Harga Bawang


# Koalisi Indonesia Bersatu


# Bunda Corla


# Serial Killer


# Penculikan Anak


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Hotman Paris Sebut Sidang Teddy Minahasa Prematur

Hotman Paris Sebut Sidang Teddy Minahasa Prematur

NEWS | 2 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE