PBB Tolak Kenaikan Parliamentary Threshold

PBB Tolak Kenaikan Parliamentary Threshold
Yusril Ihza Mahendra. ( Foto: Antara )
Robert Wardy / MPA Rabu, 15 Januari 2020 | 19:22 WIB


Jakarta, Beritasatu.com - Partai Bulan Bintang (PBB) menolak kenaikan ambang batas minimal masuk parlemem atau yang sering disebut Parliamentary Threshold (PT). Bagi PBB, PT% seperti sekarang ini sudah berat.

"Terus terang, yang sekarang saja sudah berat. Kalau dinaikkan lagi ya wuah tambah berat lagi," kata Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendara di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Rabu (15/1/2020).

Ia menjelaskan jika terus naik sampai 10% atau lebih, akan melahirkan mono atau satu partai. Kondisi itu tidak baik karena tidak terbuka proses demokrasi.

"Apa kita mau bentuk mono partai? Buat kami 4 persen sudah cukup. Tidak perlu dinaikkan lagi," ujar Yusril.

Sebelumnya, hasil Rakernas PDIP merekomendasikan PT naik dari 4% ke 5%. Hal itu supaya memperkuat sistem presidensial yang dianut bangsa ini.

Usulan PDIP ini didukung Partai Golkar (PG). Golkar mengusulkan naik dari 4% menjadi 7,5%.
"Melihat konfigurasi aspirasi dan kekuatan politik dari beberapa Pemilu terakhir, patut dipertimbangkan PT dinaikkan menjadi 7,5 persen," kata politisi PG Ahmad Doli Kurnia Tandjung.

Ia menjelaskan peningkatan PT sangat penting untuk penyederhanaan Partai Politik (Parpol). Peningkatan juga sangat penting untuk percepat konsolidasi demokrasi.

"Dalam rangka mengefektifkan implementasi demokrasi, kita perlu terus mendorong terciptanya penyederhanaan partai politik yang dilakukan secara alamiah. Untuk itu kita perlu meningkatkan PT dari Pemilu sebelum-sebelumnya," ujar Doli yang juga Ketua Komisi II DPR.



Sumber: Suara Pembaruan