Langkah Sandiaga Uno Jadi Capres 2024 Bakal Tak Mudah

Langkah Sandiaga Uno Jadi Capres 2024 Bakal Tak Mudah
Sandiaga Uno dan Joko Widodo. ( Foto: Antara )
Willy Masaharu / WM Rabu, 15 Januari 2020 | 18:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Parasyndicate Ari Nurcahyo menilai, dari sapaan Jokowi dalam acara Hipmi, menitip pesan untuk Sandiaga Uno. Di satu sisi Jokowi meyakini bahwa Sandiaga Uno adalah kandidat capres/cawapres potensial dan berpeluang besar untuk Pemilu 2024.

Di sisi lain, katanya, Jokowi mau menitip pesan, bahwa perjuangan dan langkah Sandiaga Uno tidak mudah, karena Sandiaga punya pesaing berat di 2024.

“Siapa pesaing terberat Sandi? Sangat boleh jadi pasangan Bang Sandi di Pilkada DKI 2017, Gubernur Anies Baswedan. Maka itu pesan Jokowi tersebut,” katanya, kepada SP, di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Fakta politik hari ini, katanya, Anies Baswedan memang punya popularitas dan elektabilitas tinggi, masih lebih tinggi Anies daripada Sandiaga.

Sebelumnya, Presiden Jokowi membuat pernyataan mengejutkan orang-orang yang hadir pada acara Pengurus Pusat Hmpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Presiden menyebutkan Sandiaga S Uno sebagai kandidat calon presiden (capres) 2024.

"Yang hadir di sini adalah kandidat, yang kemungkinan besar akan menggantikan saya. Saya meyakini itu, tetapi saya tidak menyebutkan siapa orangnya. Hanya, tadi saja yang berdiri. Kira-kira," kata Presiden Jokowi saat berpidato pada acara tersebut.

Pada awal pidatonya, Presiden Jokowi menyapa peserta dan undangan, mulai dari pimpinan MPR hingga para menteri, pengurus Hipmi dan mantan ketua Hipmi, salah satunya Sandiaga.

"Yang saya hormati, senior-senior Hipmi, mantan ketua umum yang tidak bisa sebutkan satu per satu. Yang hapal hanya satu, Bapak Sandiaga Uno," kata Jokowi.

Mendapat sapaan dari Presiden Jokowi, Sandiaga langsung berdiri yang diiringi tepuk tangan para anggota Hipmi yang hadir. "
"Hati-hati 2024," kata Jokowi yang langsung disambut riuh teriakan anggota Hipmi.



Sumber: Suara Pembaruan