Peluang Sandiaga Jadi Kandidat Capres 2024 Tergantung Sikap Parpol

Peluang Sandiaga Jadi Kandidat Capres 2024 Tergantung Sikap Parpol
Pengajar Komunikasi Politik dan Direktur Presidential Studies-DECODE UGM, Nyarwi Ahmad ( Foto: istimewa )
Willy Masaharu / WM Rabu, 15 Januari 2020 | 21:23 WIB


Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Presidential Studies-Decode Universitas Gadjah Mada (UGM) Nyarwi Ahmad berpendapat, peluang Sandiaga S Uno melangkah menjadi kandidat calon presiden (Capres) 2024 tergantung sikap dan kebijakan partai politik.

“Dengan menjadi Cawapres Prabowo, Sandi otomatis mendapatkan status sebagai politisi nasional, bukan hanya level Jakarta saja karena pernah terpilih sebagai Cawagub dalam Pilkada DKI dua tahun sebelunya (2017),” katanya, kepada SP, di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Nyarwi dimintai komentarnya terkait pernyataan Presiden Jokowi dalam acara Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Saat itu, presiden menyebut Sandiaga sebagai kandidat Capres 2024.

Nyarwi mengatakan, sejak Pilpres 2019 lalu, meski kalah dalam pertarungan, Sandi sesungguhnya sudah masuk dalam bursa politik nasional.

“Bukan tidak mungkin peluang itu terbuka kembali dalam Pilpres 2024. Bahkan bisa jadi Sandi akan lebih 'berpengalaman' dan mengembangkan pengalamannya tersebut untuk mendapatkan tiket capres Tetapi peluang tersebut tentu akan sangat tergantung pada kecenderungan sikap-sikap dan kebijakan politik masing-masing parpol yang memiliki jumlah kursi cukup besar di DPR,” katanya.

Dia melanjutkan, jika parpol-parpol tersebut tidak mampu menenuhi presidential threshold, para ketua umumnya tidak memiliki daya elektabilitas yang kompetitif dalam bursa Pilpres 2024 atau tidak memiliki kader yang bisa menjadi kandidat capres yang memiliki tingkat elektabilitas di atas Sandi, peluang Sandi kian membesar.

“Namun, hal tersebut bukan berarti menjadikan Sandi sosok yang paling berpeluang untuk memenangkan Pilpres tersebut tergantung juga kompetitornya. Selain itu, dinamika isu politik elektoral dan kecenderungan kompetisi antar elite-elite parpol.

Sebelumnya, Presiden Jokowi membuat pernyataan mengejutkan orang-orang yang hadir pada acara Pengurus Pusat Hmpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Presiden menyebutkan Sandiaga S Uno sebagai kandidat calon presiden (capres) 2024.

"Yang hadir di sini adalah kandidat, yang kemungkinan besar akan menggantikan saya. Saya meyakini itu, tetapi saya tidak menyebutkan siapa orangnya. Hanya, tadi saja yang berdiri. Kira-kira," kata Presiden Jokowi saat berpidato pada acara tersebut.

Pada awal pidatonya, Presiden Jokowi menyapa peserta dan undangan, mulai dari pimpinan MPR hingga para menteri, pengurus Hipmi dan mantan ketua Hipmi, salah satunya Sandiaga.

"Yang saya hormati, senior-senior Hipmi, mantan ketua umum yang tidak bisa sebutkan satu per satu. Yang hapal hanya satu, Bapak Sandiaga Uno," kata Jokowi.

Mendapat sapaan dari Presiden Jokowi, Sandiaga langsung berdiri yang diiringi tepuk tangan para anggota Hipmi yang hadir. "
"Hati-hati 2024," kata Jokowi yang langsung disambut riuh teriakan anggota Hipmi.



Sumber: Suara Pembaruan