Asman Abnur Maju Jadi Calon Ketum PAN

Asman Abnur Maju Jadi Calon Ketum PAN
Asman Abnur. ( Foto: Beritasatu Photo / Hotman Siregar )
Hotman Siregar / JAS Jumat, 17 Januari 2020 | 21:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional Asman Abnur sudah sangat yakin maju sebagai calon ketua umum PAN periode 2020-2025. Hal itu didampingi Tjatur Sapto Edhy, Sulistyowati, Syahrin Hamid, Ahmad Adib Zain, dan lainnya. Bila mantan Menteri PAN RB itu menang, dia memberikan posisi Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) partai berlambang matahari terbit tersebut kepada Hatta Rajasa.

Politikus senior PAN, Tjatur Sapto Edy menyebut, Hatta Rajasa telah mendaratkan dukungannya ke Asman Abnur untuk maju dalam bursa Ketua Umum PAN. Tjatur menilai dukungan Hatta berharga untuk Asman.

"Dukungan Bang Hatta Rajasa ini penting karena beliau adalah salah satu ikon terpenting di PAN. Hatta Rajasa adalah manusia wajib di PAN karena beliau belum pernah gagal," kata Tjatur di Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Tjatur mengatakan, Hatta berhasil membawa PAN ke masa keemasan saat menjabat ketum. Hatta, berhasil membuat PAN meraih suara terbanyak sepanjang sejarah berdirinya partai saat pemilu 2014.

"Saat beliau memimpin partai baik saat sebagai sekjen maupun ketum, PAN berada di puncak perolehan kursi parlemen (2004, Red) dan persentase suara tertinggi dalam sejarah (2014, red)," sebutnya.

Menurut Tjatur, bila Asman menang, tidak menutup kemungkinan bila Hatta Rajasa didaulat untuk menjabat posisi Ketua MPP. "Hatta itu ada di belakang Pak Asman, kalau tidak, mana mungkin saya berada di sini. Kemungkinan besar bila Pak Asman menang, Hatta akan menjadi Ketua MPP PAN," tuturnya.

Selain Hatta, sambung Tjatur, Asman juga mendapat banyak dukungan dari tokoh PAN. Namun, dia enggan mengungkap siapa saja tokoh yang dimaksud. "Tokoh lainnya banyak, terutama yang sudah jenuh dengan pertengkaran dan menginginkan persatuan," ucap Tjatur.

Dia menyebut, Asman sebagai kandidat ketum yang sering berkomunikasi dengan jajaran PAN di daerah. Tjatur menyebut dalam waktu dekat ini Asman akan mendeklarasikan diri maju dalam pemilihan Ketum PAN.

"Dari seluruh calon, mungkin saudaraku Asman yang terbanyak bertatap muka langsung dengan pemilik suara tanpa paksaan dan ancaman. Kita nikmati prosesnya, dan insyaallah hasil tak akan mengkhianati proses," ucap Tjatur.

"Apakah penting deklarasi? Kandidat lain juga belum ada yang deklarasi. Tapi dalam waktu dekat Saudaraku Asman akan menyampaikan sikap," imbuhnya.

Wakil Ketua Umum PAN, Asman Abnur membenarkan. "Ini menjawab pertanyaan selama ini apakah Pak Asman maju? Saya nyatakan hari ini saya insyaallah maju dan insyaallah menang," kata Asman di lokasi yang sama.

Asman mengatakan, dirinya telah lebih dua dekade berkarir di dunia politik, mulai dari menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di Batam, kemudian menjadi anggota DPR RI selama empat periode, hingga menjadi menteri.

Menurut Asman, dirinya telah cukup menggeluti tugas tata kelola pemerintahan, manajemen pemerintahan dan membuat sejumlah terobosan-terobosan di bidang reformasi birokrasi. "Dengan pengalaman saya selama dua puluh tahun di politik, dua tahun di kabinet, mudah-mudahan ini jadi bekal saya nanti jadi ketua umum PAN 2020-2025. Saya anggap saya punya modal kompetensi untuk pimpin PAN," ujar dia.

Asman juga menyatakan, dirinya memiliki hubungan baik dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Yang jelas saya Alhamdulillah ya, dua tahun bekerja dengan Pak Jokowi hubungan baik, komunikasi bagus," kata Asman.

Selama dua tahun menjabat menteri, Asman mengklaim bekerja secara profesional dan tak meninggalkan rekam jejak yang buruk. Dia mengaku mendapat apresiasi atas kinerjanya itu. "Saya selama bekerja juga tidak meninggalkan bekas negatif di Menpan-RB, dan banyak program saya yang banyak apresiasi. Ini menurut cerita orang," kata Asman.

Asman pun berharap hal-hal itu menjadi modal baginya untuk berkomunikasi lebih lanjut dengan Jokowi. Dia tak menampik bakal berbicara dengan Presiden ihwal langkahnya maju sebagai caketum PAN itu. "Mudah-mudahan saya bisa jadikan modal komunikasi lebih lanjut, tentu untuk kepentingan bangsa, untuk kepentingan PAN ke depan," tutupnya.



Sumber: Suara Pembaruan