Bursa Ketum PAN, Pengamat Sebut Ada yang Dompleng Amien Rais

Bursa Ketum PAN, Pengamat Sebut Ada yang Dompleng Amien Rais
Amien Rais. ( Foto: Antara )
Yudo Dahono / YUD Sabtu, 18 Januari 2020 | 09:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan yang kembali maju sebagai calon ketua umum petahana pada kongres PAN periode 2020-2025 yang akan digelar di Provinsi Sulawesi Tenggara digadang-gadang merupakan calon terkuat diantara calon lainnya.

Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno menduga untuk melawan keunggulan Zulkifili Hasan ada yang mendompleng nama besar Amien Rais untuk mempengaruhi suara pemilih memperebutkan kursi orang nomor satu di PAN.

“Sepertinya ada yang mau mendompleng nama besar Amien Rais untuk melawan Zulhas sang petahana yang sejauh cukup kuat didukung DPW dan DPD.” Ungkap Adi Prayitno, di Jakarta, Jumat (17/01/2020).

Adi menjelaskan, sosok Amien Rais bukan calon Ketua Umum PAN, sehingga tidak relevan jika harus dihadap-hadapkan dengan Zulkifli Hasan.

“Amien Rais harus diposisikan sebagai tokoh yang mengayomi semua kandidat,” beber Adi

Pada kongres PAN santer disebutkan tiga nama yang bakal maju sebagai bakal calon ketua umum PAN yakni Zulkifli Hasan sang petahana, Mulfachri Harahap selaku mantan ketua fraksi PAN di DPR RI dan Asman Abnur mantan menteri Pemberdayaan Aparatur Negara, “ketiganya merupakan kader terbaik PAN, kader terbaik Amien Rais pula,” ulasnya

Selain itu, menurut Adi, Amien Rais tidak perlu melibatkan dirinya terlalu jauh pada persoalan dukung mendukung calon yang berkompetisi di PAN. “Cukup Pak Amien diposisikan sebagai 'pelatih' bukan lagi diajak sebagai pemain.” Ungkap Adi

Terkait mengenai kepemimpinan Zulkifli Hasan di PAN pada periode sebelumnya, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini mengganggap cukup relative sukses.

Perolehan suara PAN pada pemilu kemarin cenderung stabil. Berdasarkan data, perolehan suara PAN naik namun prosentasi kursinya sedikit turun sebab efek metode konversi suara yang digunakan pada pemilu legislatif 2019. di luar itu, di level tingkat DPRD, PAN banyak mendapat kursi. Di Jakarta misalnya dapat 2 kursi, di Papua juga turut mendapat kursi.

“Bahkan Relatif sukses karena PAN tak turun dan mampu mendapatkan kursi di DPRD yang selama ini PAN tak ada wakilnya. Jadi tolak ukurnya harus komprehensif," punkas Adi Prayitno.



Sumber: BeritaSatu.com