Jajaran Wantimpres Menghadap Presiden Jokowi

Jajaran Wantimpres Menghadap Presiden Jokowi
Wiranto. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / YUD Rabu, 22 Januari 2020 | 15:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Jajaran Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana, Jakarta, Rabu (22/1/2020). Ketua Wantimpres, Wiranto menjelaskan, pihaknya menyampaikan kinerja selama sebulan terakhir.

Menurut Wiranto, konsolidasi internal kelembagaan Wantimpres telah dilakukan. Terkait masukan yang disampaikan kepada Presiden, Wiranto tidak membeberkan. "Kami memang melaporkan selama 1 bulan 1 minggu itu apa yang kami lakukan. Apa yang dibincangkan dengan Presiden, Wantimpres tidak bisa untuk menjelaskan ke publik," kata Wiranto usai bertemu Presiden.

Wiranto didampingi anggota Wantimpres antara lain Sidharto Danusubroto, Habib Luthfi bin Yahya, Arifin Panigoro, Agung Laksono, Putri Kuswisnu Wardani, dan M Mardiono. Wiranto menyatakan, Wantimpres tidak menginginkan terjadi duplikasi nasihat dan pertimbangan untuk Presiden dengan instrumen lain.

"Kami tidak ingin nasihat dan pertimbangan kami kepada presiden itu duplikasi, tumpang tindih dengan instrumen lain yang dimiliki presiden apakah kementerian, lembaga Mabes TNI, BIN, kemudian staf ahli beliau," ujar Wiranto.

Wiranto pun menyebut, "Saya kira enggak bisa kalau kami hanya sama dengan para menteri, kepala lembaga. Kami tidak bisa memerankan itu dengan baik, maka kami sudah melaporkan Presiden 'Pak yang kami lakukan tentu akan berbeda dengan apa yang Bapak terima masukan dari kementerian dan lembaga maupun badan-badan lain yang membantu beliau'."

Di sisi lain, Wiranto menuturkan, penyelesaian permasalahan birokrasi menjadi salah satu poin yang dibahas ketika pertemuan. Wantimpres berkomitmen menemukan sumbatan-sumbatan birokrasi sehingga kebijakan Presiden sulit terealisasi di lapangan.

Wiranto menambahkan, Wantimpres juga akan mencoba mencari masalah-masalah aktual terkini yang ada hubungannya dengan kebijakan Presiden. Berdasar temuan-temuan tersebut, lanjut Wiranto, pihaknya dapat menyampaikan saran dan pertimbangan kepada Presiden.

Wiranto mengatakan, pihaknya pun berkewajiban menjelaskan ke berbagai kalangan menyangkut informasi keliru tentang suatu kebijakan pemerintah. Sinergi dengan berbagai kalangan juga senantiasa dibangun.

"Kami melakukan satu hubungan yang lebih erat dengan berbagai kalangan, untuk apa? Menjemput informasi dan untuk mendapatkan satu perkembangan-perkembangan yang mutakhir yang terkini yang datang dari masyarakat. Kami harus bisa mendengarkan aspirasi masyarakat, aspirasi publik, harapan-harapan mereka yang tidak tertangkap oleh Presiden," kata Wiranto.



Sumber: Suara Pembaruan