KPU: Anggaran Pilkada 2020 Baru Cair Rp 444 Miliar

KPU: Anggaran Pilkada 2020 Baru Cair Rp 444 Miliar
Ilustrasi KPU ( Foto: Beritasatu.com )
Yustinus Paat / YS Jumat, 24 Januari 2020 | 11:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua KPU Arief Budiman mengatakan anggaran Pilkada Serentak 2020 baru cair sebesar Rp 444 miliar. Padahal, KPU dan pemerintah daerah di 270 daerah telah sepakat dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sebesar Rp 9 triliun untuk anggaran Pilkada Serentak 2020.

"Sampai dengan tanggal 10 Januari 2020 kemarin, yang dicairkan sudah Rp 444 miliar," ujar Arief Budiman di Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Arief mengakui, pencairan anggaran Pilkada 2020 bisa saja dilakukan secara bertahap oleh pemda sesuai kesepakatan dengan KPU di daerah masing-masing. Umumnya, pencairan tersebut dilakukan dalam tiga tahap.

"Ini bukan berarti pemerintah daerah tidak mau mencairkan, tetapi memang pencairannya mengikuti term pencairan, ada pencairan tahap pertama, kedua, ketiga begitu," terang Arief.

Arief berharap KPU daerah proaktif untuk meminta Pemda mencairkan anggaran Pilkada sesuai yang disepakati dalam NPHD. Menurut dia, angggaran Pilkada yang dicairkan tepat waktu tidak mengganggu tahapan-tahapan Pilkada.

"Saya berharap, pencairannya tepat waktu jumlahnya juga sesuai dengan perjanjian yang ditandatangani," pungkas Arief.

Anggaran Pilkada 2020
Sebelumnya, Arief Budiman mengatakan, anggaran pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 yang telah disepakati antara KPU dan pemerintah daerah di 270 daerah sebesar Rp 9,9 triliun. Anggaran tersebut, kata Arief, kurang dari yang diusulkan oleh KPU sebesar Rp 11,9 triliun.

"Dari 270 daerah, kita usulkan anggaran Pilkada sebesar Rp 11,9 triliun dan usulan yang telah disepakati dalam NPHD sebesar Rp 9,9 triliun," ujar Arief.

Arief menjelaskan, KPU di 9 provinsi mengusulkan anggaran Pilkada sebesar Rp 1.645.224.115.044 dan yang disetujui sebesar Rp 1.378.971.076.550. Kemudian KPU di 224 kabupaten mengusulkan anggaran Pilkada sebesar Rp 9.038.782.431.304 dan yang disetujui sebesar Rp 7.439.855.692.668.

Lalu, KPU di 37 kota mengusulkan anggaran sebesar Rp 1.271.394.686.564 dan yang disetujui 1.117.267.154.175. Dengan demikian, total anggaran Pilkada 2020 yang diusulkan KPU di 270 daerah sebesar Rp 11.955.401.232.913 dan yang disepakati sepakati sebesar Rp 9.936.093.923.393.

"Tetapi, ada beberapa daerah yang ternyata melakukan pemotongan terhadap anggaran yang disepakati dalam NPHD. Padahal, anggaran yang disepakati sebenarnya sudah dipadat-padatkan," pungkas Arief.



Sumber: Suara Pembaruan